Dani where are you?



Disudut kampus, saat siang cukup panas menyengat. Aku duduk dengan muka cemberut sedangkan sahabatku hilir mudik di depanku dengan muka gemas.

"Ayo dong masa dibiarkan saja nilai D, hapalin yang ini dan lima menit lagi aku test ya!" kata sahabatku sambil tersenyum paling manis, mungkin biar aku sedikit termotivasi.

Lima menit kemudian sahabatku teriak gemas "aduh kok belum hapal juga sih, kan ini gampang banget. Hmm gini aja deh kalo nanti saat ujian susulan nilai kamu lebih baik aku janji bakalan traktir bakso di tempat favorit kita, mau kan? Aku langsung mengangguk dan membuka materi kuliah untuk mulai belajar. Dari dulu aku memang harus diberi "motivasi" yang tepat supaya bersemangat, padahal semua yang aku lakukan untuk diriku sendiri. Dasar hihi…

Itulah sepenggal kenangan yang aku ingat dari salah satu sahabat terbaik, Dani. Dialah yang berperan besar atas lulusnya aku kuliah di salah satu kampus di Bandung. Kalo tidak ada motivasi dan kerja kerasnya membuat aku belajar dan mendapat nilai yang lebih baik mungkin aku tidak pernah bisa lulus di kampus itu. Hmm kok bisa ya aku kayak gitu?

Aku ingat saat aku dapat nilai D dan harus mengulang ujian untuk mendapatkan nilai yang lebih baik. Namun entah mengapa aku sudah keburu down, aku pikir sabodo amat dapat nilai jelek juga toh aku sudah diterima di kampus yang sesuai dengan keinginanku. Pikiran dan hatiku sudah terbang meninggalkan kampus itu. Namun lain halnya dengan Dani sahabatku, walau Dani juga sudah diterima di kampus favorit yang diimpikan sejak satu tahun sebelumnya tapi Dani berprinsip harus menyelesaikan kuliah dengan nilai terbaik. Jadilah aku kelinci percobaan sahabatku dalam menerapkan ilmu psikologi khususnya menangani kenakalan remaja, upss nggak deng!

Dani mempunyai kelebihan yang aku sebut dengan otak super, bagaimana tidak dibilang otak super karena otaknya seperti scanner atau photo copy, apa saja yang dibaca pasti akan diingatnya seratus persen malah sampai penempatan tanda bacanya. Pernah suatu ketika Dani di kampus barunya harus mengulang ujian hanya karena dosennya menganggap dia nyontek. Hanya karena Dani menjawab ujian sesuai teori di buku dan lengkap dengan penempatan titik koma, pokoknya ciplek persis sama. Setelah ujian ulangan dan ditongkrongin oleh dosennya baru deh pak Dosen percaya memang Dani punya otak super.

Persahabatanku dengan Dani dimulai saat kami sama-sama kuliah di jurusan Garment. Waktu itu Dani ikut-ikutan temannya Budi yang juga sahabat terbaiku (Cerita Budi ada di sebelumnya). Dani pun terjebak dalam dunia yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya karena harus mempelajari segala hal yang berkaitan dengan Baju. Bayangkan saja cowok macho dan senang berolah raga harus duduk manis dan mengoperasikan mesin jahit serta membuat pola kemeja. Ohhh aku ngeri mengingatnya lagi hihi. Namun hebatnya Dani bisa menyelesaikan kuliah yang menyiksa ini dengan nilai yang memuaskan. Tentu dengan modal otak supernya dan persahabatan kami atau lebih tepat persengkokolan kami. Setidaknya setiap ujian kami selalu kompak baik saat belajar atau saat ujian upss…Percaya atau tidak urutan IPK tertinggi di kelasku ya kami bertiga, mahasiswa salah ambil jurusan!

Sekarang setelah waktu berlalu, aku tidak tahu keberadaan Dani lagi. Seingatku terakhir bertemu waktu kami janjian ketemuan di kampus setelah kami berpencar kuliah di tempat lain dan sibuk dengan urusan masing-masing. Bahkan saat aku bersiap pindah ke Jakarta untuk bekerja aku tidak berhasil bertemu dengan Dani.




Dani Where Are You? Aku tahu sahabat selalu datang dan pergi, ketika kita kehilangan sahabat maka akan muncul sahabat lainnya. Aku yakin Dani telah mendapat sahabat lainnya begitu pula aku sekarang. Namun aku selalu berharap, persahaban kami menjadi bagian yang selalu diingat dalam perjalanan hidup kita masing-masing.

One thought on “Dani where are you?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s