LEBARAN CERIA

Tiap lebaran aku sekeluarga kumpul di rumah nenek atau enin. Kebetulan enin punya delapan anak jadi ada 8 keluarga berkumpul. Rumah enin yang sebenarnya lumayan besar tetep terasa sempit. Apalagi saat tidur tiba, aduhâ¦penuh banget! Coba aja sekitar 30 orang dari kakek,nenek sampe buyut semuanya kumpul jadi satuâ¦Tapi serunya cucu enin itu pada sepantaran, Jadi kalo ngobrol nyambung banget. Trus kebanyakan juga cewek-cewek manis kayak aku..heheheheâ¦Dari 14 belas cucu enin maka ceweknya ada 10 orang. Kebayang kan gimana hebohnya para gadis berkumpul. Dan anehnya kami semua memiliki persamaan yaitu suara yang bertipe stereo, jadi kalo ketawa atau ngobrol bisa kedengaran sampe ke tetangga. Malu-maluin banget dehâ¦

Karena lebaran orangnya jadi banyak dan tamu pun berdatangan dari segala penjuru maka kita membentuk organisasi untuk menanggulangi membanjirnya piring dan gelas kotor serta menjaga kebersihan rumah. Nama teamnya GG (Gegeroh Gelas) dan GP (Gegeroh Piring). Tiap orang mempunyai tugas masing-masing jadi pekerjaan seberat apapun terasa ringan.

Saat lebaran datang kita mempunyai tradisi makan sate ayam+kelinci Udah pernah nyobain sate kelinci nggak? enak loh…Satenya kita bikin sendiri jadi bisa bebas mau makan berapa pun. tapi untuk mendapatkan sate yang enak perlu pengorbanan besar, kita gak bakalan bisa tidur dengan tenang sebelum acara tusuk satenya selesai karena itu adalah tugas para cucu. Mungkin karena dikerjakan tiap tahun maka gak aneh kalo kami semua piawai dalam menusuk sate, hehehe jangan salah loh kalo menusuk sate pun ada caranya supaya lebih empuk, mudah mateng dan terlihat rapi.

Yang lebih menderita pada saat pembakaran sate…hiks..hiks…baju baru kami bakal bau asap karena kami membakarnya setelah shalat idul fitri. Setelah selesai semua dibereskan dan mulai berkumpul di ruang tamu.

Sebelum acara makan, kami mengadakan acara sungkeman. Yang paling tua mendapat giliran pertama sungkem pada enin dan aki. Biasanya saat sungkeman kami semua berkonsentrasi menangisâ¦hiks..hiks..hiks..

Setelah acara berurai air mata selesai diteruskan dengan acara makan. Baru deh diacara ini rame banget karena kadang walau makanan cukup melimpah tapi kami masih suka berebut. Seru-seruan ajaâ¦kan Cuma setahun sekali ini.

Selanjutnya acara beredar..maksudnya jiarah ke kuburan para leluhur. Kami mempunyai perkuburan keluarga, jadi yang kita kunjungi Cuma satu tempat. Dengan berakhirnya acara jiarah maka rangkaian tradisi lebaran pun usai. Biasanya kami ngobrol-ngobrol seru tentang kegiatan masing-masing atau jika cuaca cerah kami semua pergi memancing di kolam samping rumah.

Wuihhh lebaran memang selalu membuat hati bahagia dan selalu ada kebersamaan. Semoga tahun ini kami diperkenankan bertemu dengan lebaranMu yang ceria,amiin

tulisan : 2003

gambar: lebaran dede rafif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s