Suamiku, Arsenal dan Persib

Sebelum menikah dua tahun lalu kami telah sepakat untuk tidak saling mengganggu untuk masalah hobi. Prinsip kami, hobi atau kesenangan adalah daerah privasi yang merupakan hak pribadi. Iya dong, hobi itu kan sudah melekat pada diri kami masing-masing sebelum kami menikah. Karena itulah, ketika suamiku mempunyai hobi olah raga khususnya sepak bola aku sama sekali tidak keberatan. Bahkan saat suamiku jadi salah satu pemain sepak bola walau masih level RW harus main di daerah lain, aku rela ditinggal. Demikian pula dengan suamiku tidak pernah mengganggu gugat pada hobiku ngurus tanaman hias walau pun resikonya halaman rumah kami layaknya disebut kebun bukan taman. Suamiku lebih memilih untuk membiarkanku berkreasi.

Namun setelah menikah 2 tahun, hmmm kok rasanya ada yang berbeda dari kami berdua. Rasanya sekarang yang maniak tanaman hias bukan aku aja deh, suamiku sekarang malah ikutan semangat saat aku ajak keluar masuk toko bunga atau toko pupuk. Bahkan minggu lalu suamiku lah yang mengatur display tanaman hias kami dan dia bangga sekali ketika ngobrol dengan tetangga di teras rumah membahas pohon jambu dan jeruk yang telah berbuah.

arsenal zoom

Demikian juga aku, rasanya tidak percaya jika setahun terakhir ini aku mulai maniak dengan olah raga. Bukan berarti aku tiba-tiba jadi jago atau berprsetasi di bidang olah raga tapi rasanya sekarang aku pun menikmati saat suamiku nonton sepakbola, bolavolly, bulutangkis, motoGP bahkan mungkin lebih heboh dibanding suamiku. Wajar banget jika aku jadi kayak gini la wong tiap hari selalu ketemu acara olah raga. Coba check apa saja yang harus aku hadapi setiap harinya: tiap jam sebelas malam harus nonton metro sport, lalu paginya sambil siap-siap berangkat ke kantor nonton sport7 dan antvsport dilanjut saat diperjalanan masih juga beli koran Topskor. Padahal beritanya sami mawon dengan yang kami tonton ditelevisi. Lalu tiap Jum’at harus nonton Suami main futsal dan tiap minggu masih juga harus menonton Sport One di Lativi. Dulu awalnya siy sering terjadi perpecahan perang dunia, kami rebutan remote tv dan aku menolak baca Topskor. Tapi karena tidak ada pilihan lain dan dibombardir terus-terusan, ya udah aku yang sering mengalah dan ujung-ujungnya malah ikutan nikmati. lucunya, sekarang kami malah rebutan baca Topskor loh…

Lalu untuk urusan dukung mendukung team olah raga aku akui sangat terpengaruhi oleh suamiku, misalnya untuk Liga Inggris aku ikutan suami dukung Arsenal kata suamiku siy karena Arsenal dibentuk oleh team muda dan permainan Arsenal keren banget atau untuk Liga Italia dukung InterMilan sedangkan Liga Spayol dukung Barcelona. Lalu untuk urusan MotoGP, kami mendukung Valentino Rossi walau 2 musim tidak pernah menang tapi tetep saja bagi kami Valentino Rossy adalah juara sejati.

persibNamun ada satu hal yang tidak mungkin terpengaruhi suamiku yaitu dukung mendukung di Liga Indonesia. Suamiku pendukung PSIS sedangkan aku pendukung PERSIB.  Menurutku mendukung PERSIB adalah keharusan karena jika aku tidak mendukungnya, itu berarti aku telah mengkhianati tanah leluhur. Begitu juga yang terjadi dengan suamiku terhadap PSIS. Kami sama-sama sepakat mengenai hal ini dan tidak akan saling mempengaruhi dan ganggu gugat.

Terlepas dari itu semua, rasanya wajar sekali jika dikatakan suami istri adalah pasangan jiwa dan mau tidak mau saling mempengaruhi atau merubah kebiasaan. Dan bagiku, aku merasa bahagia dengan hobiku yang baru ini.

———————————————————————————————————-

Diatas adalah tulisanku 6 tahun yang lalu makanya ada istilah, tempat dan nama lembaga yang menggunakan nama lama. Tulisan ini sudah di publikasikan di Multiply almarhum namun saat migrasi ke wordpress ntah kenapa gak keangkut :(  Karena kupikir tulisan ini merupakan bagian perjalanan hidupku, makanya aku publikasikan kembali.

Update saja, Alhamdulillah setelah sekian lama kami menikah banyak hal yang telah berubah dan kami pun tentunya saling mempengaruhi.  Misalnya, hobiku sekarang telah berubah menjadi masak memasak dan tentunya suamiku tidak terpengaruh jadi suka masak tapi Beliau mendapat efek lain yaitu berat badan meningkat dan jadi suka makan karena dapat jatah menghabiskan hasil eksperimen ku baik yang sukses maupun gagal😀

Kalo urusan sepakbola, sampai saat ini kami tetap pendukung Arsenal dan Barcelona, kami pendukung klub yang bermain cantik disetiap pertandingannya. Sedikit kemajuan, aku sekarang bisa menjadi teman berdiskusi bagi suamiku jika membicarakan para pemain Arsenal maupun Barcelona. Termasuk gosip terbaru tentang transfer pemain dan pelatih antar klub musim ini. Bedanya mungkin sudah gak rebutan koran sepakbola lagi karena aku sudah punya bacaan sendiri yaitu majalah masakan hehe.

Namun kembali lagi ada satu hal yang tidak berubah sampai kapan pun yaitu aku tetap bobotoh PERSIB bahkan saat suamiku berubah haluan menjadi pendukung Persija.  Dua klub di Liga Indonesia yang fans nya tidak bisa akur dan kami pun untuk urusan ini tidak bisa akur juga. Kami akan saling ledek jika salah satu klub kami kalah, bahkan saat terjadi pelemparan botol ke bus Persib itu pun tak lepas menjadi bahan pembicaraan kami hehe…

Terlepas dari persamaan dan perbedaan itu, aku sangat menikmati setiap tahapan yang kami lewati. Hidup ini menjadi lebih ceria karena penuh warna. Alhamdulillah Allah SWT telah mempertemukanku dengan pasangan jiwaku, kami bisa saling mengisi dalam kebaikan.

Semoga Allah memberi kekuatan untuk membingkai keluarga kami menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah.  Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak kami dan mengekalkan ikatan pernikahaan kami di dunia dan akhirat. Semoga Allah memberikan kekuatan,kesabaran dan keselamatan saat mendayung hingga sampai ketepian yang abadi….

amiin allahumma amiin.

couple3

One thought on “Suamiku, Arsenal dan Persib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s