Kisah Sepotong Kue – Es Pisang Ijo

Terprovokasi mbak Endang di Just try and taste salah satu blog favorite ku yang memberikan catatan bahwa resep Pisang Ijo-nya tetap lembut walau disantap keesokan harinya dan sudah masuk kulkas. Akhirnya aku nekad uji coba membuatnya padahal seingatku hanya pernah makan sekali kudapan khas Makassar ini dan itu juga menurutku tidak terlalu istimewa. Jadi aku blenk gak tau gimana rasanya es pisang ijo.

Alhamdulillah weekend lalu ada acara buka puasa dengan keluarga besar suamiku, aku gunakan kesempatan ini untuk membuat Es Pisang Ijo maksudnya kalo pun gagal biar banyak yang bantuin ngabisin hihihi *curang. Ketika cerita rencanaku ke kakak ipar, beliau ngasih saran untuk warna hijaunya supaya lebih cantik campur aja antara daun pandan dan daun suji. Oke deh, makin semangat bikin karena banyak yang dukung😉

Namun ternyata karena masih belum berpengalaman membuatnya, tampak banyak keribetan yang membuat Es Pisang Ijo ku belum siap saat adzan maghrib tiba hiks. Akhirnya es Pisang Ijo disantap setelah sholat tarawih dan laporan dari keponakanku es nya mantap. Alhamdulillah cape ku terbayar tuntas😉

Nah ini dia resepnya, kalo mau lihat step-step pembuatan yang lebih detail bisa klik sini

pisang ijo1

Es Pisang Ijo
Resep diadaptasikan dari resep keluarga Devita Felim by Just try and taste

Untuk sekitar 15 buah pisang ijo

Bahan pewarna pisang ijo:
– 200 gram daun pandan, potong-potong kalo aku tambah daun suji banyaknya suka-suka
– 500 ml air

Bahan pisang ijo:
– 15 buah pisang raja yang telah matang, kukus bisa diganti dengan pisang uli, pisang tanduk dll tapi tidak direkomendasikan pisang ambon karena setelah dikukus jadi hitam
– 200 gram tepung beras
– 200 gram tepung terigu
– 50 gram gula pasir
– 600 ml santan kental dari 1 butir kelapa
– 500 ml air pandan
– 3 tetes pasta pandan
– 3 sdm margarine (ini tambahan dariku terinspirasi mbak Hesti)
– Daun pisang secukupnya (tambahan dariku untuk kukus pisang ijo)

Bahan vla santan:
– 50 gram tepung beras
– 500 ml santan kental
– 100 gram gula pasir
– 1/2 sendok teh garam

kepikiran next time gulanya dikurangi atau bahkan dihilangkan saja, jadi vla santannya terasa lebih gurih karena saat disajikan semua serba manis😉

Pelengkap:
– pecahan es batu secukupnya
– sirup coco pandan atau sirup merah lainnya
– susu kental manis

Cara membuat kulit pisang ijo:

  1. Siapkan daun pandan dan daun suji, potong-potong ukuran 2 cm dan cuci hingga bersih. Masukkan ke dalam blender, tambahkan air dan proses hingga halus. Saring sari pandan. Ambil 500 ml air daun pandan untuk mewarnai adonan pisang ijo.
  2. Siapkan wadah, masukkan tepung beras, tepung terigu, santan dan air pandan, aduk rata hingga tidak licin dan tidak menggumpal. Jika ada gumpalan, saring adonan hingga halus.
  3. Masukkan gula pasir, dan pasta pandan (aku skip) , aduk rata. Tuangkan adonan ke loyang tahan panas. Kukus selama 20 menit hingga adonan matang. Kalo aku setelah 20 menit ternyata belum matang, jadi total kukus jadi 30 menit. Ciri-cirinya telah matang, adonan yang tadinya cair jadi menggumpal
  4. Angkat adonan dan uleni dengan sendok nasi hingga adonan menjadi licin dan kalis. Kalo aku tambahkan juga margarine
  5. Letakkan selembar plastic wrap di permukaan meja. Olesi permukaanya dengan santan, letakkan 3 sendok makan adonan kulit, tipiskan dan letakkan sebuah pisang di atasnya. Bungkus pisang dengan adonan kulit hingga pisang tertutup, bentuk adonan menyerupai bentuk pisang. Nah disini keribetannya, kalo aku karena buru-buru pake plastic yg telah diolesi minyak goreng membentuk pisang ijo (kalo ga pake minyak lengket loh). intinya adonan menutup seluruh pisang.
  6. Siapkan selembar daun pisang, letakkan adonan yang telah dibentuk di atasnya. Lipat daun pisang dan bungkus si pisang ijo (bentuk kayak lontong). Tata di kukusan. Lakukan hingga semua adonan habis.
  7. Kukus selama 15 menit. Keluarkan dari  kukusan dan biarkan hingga dingin.
nah ini dia penampakannya sebelum di kukus yg kedua. foto diambil dari blog nya just try and taste

nah ini dia penampakannya sebelum di kukus yg kedua. foto diambil dari blog nya just try and taste

Membuat vla santan:
Siapkan panci, masukkan semua bahan vla santan, aduk hingga halus dan larut. Masukkan daun pandan. Jerang vla di atas kompor dengan api kecil, aduk-aduk selama dimasak hingga adonan menjadi kental dan muncul letupan tanda vla telah mendidih dan matang. Angkat dan dinginkan.

Penyajian:
Siapkan mangkuk, ambil sebuah pisang ijo. Potong-potong dengan ketebalan sesuai keinginan. Tata di pisang ijo di mangkuk, siram dengan vla santan. Tambahkan es batu dan kucuri dengan sirup vanila merah dan susu kental manis. Es pisang ijo siap disantap. Yummy!

Jika pisang ijo tidak habis saat itu juga, simpan di chiller kulkas untuk disantap keesokan harinya. Pisang ijo masih tetap empuk dan lembut.

Selamat mencoba Bunda😉

Note:  Sayangnya foto yang aku punyai kurang representative, jadi ada foto yg aku ambil dari blog-nya mbak Endang.

4 thoughts on “Kisah Sepotong Kue – Es Pisang Ijo

    • iya mbak, dikasih sirup khas dari Makassar warnanya merah atau bisa juga sirup cocopandan. Aku kurang banyak ngasih sirup nya jadi di foto kurang keliatan😉

      emang Es Pisang Ijo ini enyak enyak…slruuupp ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s