Bissmillah, Halal Is My Way

Beberapa waktu yang lalu aku dikagetkan dengan BBM dari salah satu sahabat yang menginformasikan salah satu restoran makanan yang cukup terkenal ternyata belum memiliki sertifikat Halal MUI. Jadi ceritanya, ada salah satu sahabat sahabatku itu mengajukan franchise restoran ini, beliau kaget karena salah satu syarat bumbu yang digunakan dalam memasak makanan di restorant tersebut adalah Ang Ciu yang notabene bahan haram (silahkan klik disini untuk lebih detailnya). Selidik punya selidik ternyata memang restoran tersebut belum ada sertifikat halalnya, disini beritanya.

Aku shock berat mendengar berita tersebut karena sebelum Ramadhan divisi kami makan-makan direstoran tersebut. Memang restoran tersebut hampir selalu ada ditiap mall besar dan makanan yang disajikannya familiar dengan lidah orang Indonesia jadi sering dijadikan alternative kalo mau ngajak makan bareng atau kumpul-kumpul. Semoga Allah SWT mengampuniku karena aku sudah memakan nasi gorengnya dan aku yakin angciu juga menjadi salah satu bumbu nasi goreng tersebut hiks..😦

Sebenarnya hampir satu tahun ini, aku dan suami sudah komitmen untuk menghindari apapun yang belum jelas halal atau pun tidak, kami telah berkomitmen Halal Is My Way. Bukan hanya dengan mencari nafkah yang halal tapi juga menjaga makanan ke dalam tubuh atau apapun yang kami pakai lepas dari yang haram.

Karena komitmen inilah kami berhenti makan seafood di warung seafood langganan kami setelah kami tahu mereka menggunakan angciu padahal menurutku seafood di warung tersebut the best banget. Selain itu aku juga sekarang punya tambahan kegiatan jika mau makan restoran atau warung, aku suka intip dapurnya bahkan tanya ke yang masak apa pake angciu atau tidak. Kalo confirmed pake, langsung kabur gak jadi makan hihihi😀

Komitmen kami itu pun berlaku untuk semua produk yang kami pakai (bukan hanya yang dimakan), seperti pasta gigi, sabun mandi, sabun cuci, parfum, bedak dan kosmetik lainnya. Selalu check apakah ada logo halal di kemasan atau tidak. Jika tidak ada, ambil yang ada logo halalnya walaupun mungkin harganya lebih mahal atau bahkan kualitasnya lebih rendah dari yang biasa aku pakai.

Namun tidak dapat dipungkiri sampai saat ini aku masih berjuang dan berproses untuk tetap istiqomah memproklamirkan Halal is My Way. Banyak sekali godaan dan tampaknya godaan malah lebih berat dari sebelumnya. Sebagai contoh, entah kenapa akhir-akhir ini banyak tawaran menyantap cake, donut atau roti yang enak-enak dan ini gratis. Sayangnya cake terkenal tersebut belum mempunyai sertifikat halal, jadi aku cuma bisa nelan air liurku sambil janji dalam hati, someday aku akan bikin cake itu sendiri dengan bahan yang aku yakin halal, insyaAllah!

Jika ditanya alasannya mengapa aku “keukeuh” dengan komitmen Halal is my Way, aku copast dari Hidayatullah.com dan ini sebagai pengingat bagi diriku sendiri untuk menghindari dari yang haram :

5 Dampak Langsung

  1. Tidak Diterima Amalan. Rasulullah saw bersabda, “Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari.” (HR At-Thabrani).
  2. Tidak Terkabul Doa. Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasulullan saw, “Ya Rasulullah, doakan saya kepada Allah agar doa saya terkabul.” Rasulullah menjawab, “Wahai Sa’ad, perbaikilan makananmu, maka doamu akan terkabulkan.” (HR At-Thabrani). Disebutkan juga dalam hadis lain bahwa Rasulullah saw bersabda, “Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!” Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doa itu?” (HR Muslim).
  3. Mengikis Keimanan Pelakunya. Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin.” (HR Bukhari Muslim).
  4. Mencampakkan Pelakunya ke Neraka. Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.” (HR At Tirmidzi).
  5. Mengeraskan Hati. Imam Ahmad ra pernah ditanya, apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab, “Dengan memakan makanan halal.” (Thabaqat Al Hanabilah : 1/219). Selain itu At Tustari, seorang mufassir juga mengatakan, “Barangsiapa ingin disingkapkan tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah,” (Ar Risalah Al Mustarsyidin : hal 216).

4 Dampak Tidak Langsung

  1. Haji dari Harta Haram Tertolak. Rasulullah saw bersabda, “Jika seorang keluar untuk melakukan haji dengan nafaqah haram, kemudian ia mengendarai tunggangan dan mengatakan, “Labbaik, Allahumma labbaik!” Maka yang berada di langit menyeru, “Tidak labbaik dan kau tidak memperoleh kebahagiaan! Bekalmu haram, kendaraanmu haram dan hajimu mendatangkan dosa dan tidak diterima.” (HR At Thabrani)
  2. Sedekahnya ditolak. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian menyedekahkannya, maka tidak ada pahala, dan dosa untuknya.” (HR Ibnu Huzaimah)
  3. Shalatnya tidak diterima. Dalam kitab Sya’bul Imam disebutkan, ” Barangsiapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham di antaranya uang haram, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakan.” (HR Ahmad)
  4. Silaturrahminya sia-sia. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mendapatkan harta dari dosa, lalu ia dengannya bersilaturahim (menyambung persaudaraan) atau bersedekah, atau membelanjakan (infaq) di jalan Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu, kemudian Dia melemparkannya ke dalam neraka. Lalu Rasulullah saw bersabda, ” Sebaik-baiknya agamamu adalah al-wara’ (berhati-hati).” (HR Abu Daud).

Memang diakui sampai saat ini kesadaran untuk menghidari yang haram belum merata, mindset bahwa dengan menghindari makan daging babi maupun minuman yang memabukkan sudah terlepas dari yang haram. Padahal sebenarnya banyak produk maupun bahan makanan yang menggunakan turunan dari babi maupun alkohol sebagai komponen pembuatan makanan/produk tersebut. Hati-hati loh saat anda menyantap sepotong donat bisa saja di dalamnya ada komponen yang haram misalnya donut tersebut menggunakan mentega dari lemak babi atau menggunakan emulfisier dari tulang babi. Ini aku kasih contoh turunan produk berasal dari babi, aku ambil dari halalmui.org :

Kita muslim Indonesia sudah dibombardir oleh produk-produk yang belum tentu halal khususnya produk import. Namun kita tentunya tidak boleh tinggal diam hanya karena ketidaktahuan kita, ayo rajin-rajin check websitenya halalmui.org disana sudah ada nama-nama produk yg telah disertifikasi. Selain itu aku rekomendasikan untuk ikuti twitter-nya @halalcorner atau buka website nya Halalcorner atau pun website lainnya yang penting kita selalu menambah pengetahuan kita tentang produk halam dan haram.

Semoga Allah SWT selalu menjaga kita dari makanan dan minuman yang haram, Allah SWT membimbing dan mudahkan rejeki kita sehingga dapat menafkahkannya di jalan yang Halal, amiin ya robbal alamiin

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya.” [QS. Al-Maa`idah: 88].

2 thoughts on “Bissmillah, Halal Is My Way

  1. Penjelasan dampak langsung dan tidak langsung yang menggunakan dalil itu sangat bermanfaat.

    Semoga kita semua istiqomah dalam tekad “Halal is My Way”. Memang hak konsumen untuk mengetahui bahan-bahan yang digunakan. Kalo mereka (pengelola resto) menolak memberitahu, sebaiknya ditinggalkan saja.

    Edukasi seperti ini harus gencar dilakukan agar makin banyak yang menyadari bahwa halal itu penting. Termasuk pengetahuan itu sampai ke pemilik resto yang non muslim.

    • Benar sekali mas, kadang ketika saya informasikan makanan ini belum ada sertifikat halalnya beberapa teman saya tidak peduli. Mereka merasa sdh cukup dg menghindari makan daging babi dan minuman beralkohol😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s