Discount + Discount = Kalap

discount

Bagi ibu-ibu yang hobi belanja dan khususnya pemburu discount tentunya akan sangat bahagia ketika menemukan toko yang memberikan discount lebih dari 50% atau bahkan mencapai 90%. Bisa-bisa yang tadinya mau membeli sayuran ehh pulang ke rumah bukan sayuran yang didapat malah membawa sekarung baju. Ketika ada yang protes jawabnya, “mumpung murah wajar lah kalo borong hehe”…#pengalamanpribadi😀

Ketika membeli kita biasanya akan melihat harga barang di label sebelum berhitung harga setelah discount. Semakin besar potongan harga yang didapat maka semakin kalaplah kita😉 Namun sadarkah Anda, belum tentu loh potongan harga yang kita dapatkan sesuai dengan perhitungan kita, nah loh kok bisa? Iya Walau tidak menutup kemungkinan di beberapa kejadian memang harga barang tersebut mendapat potongan harga atau di discount (biasanya siy barang yang sudah out update atau ada cacat sedikit) tapi kadangkala pihak toko pada label harga barang dinaikan atau lebih mahal dari harga normal asli barang tersebut, sehingga terlihat kita sebagai pembeli membeli barang dengan harga yang sangat murah. Karena itu, hati-hati ya saat berburu discount di mall yang sedang sale. Belum tentu Anda mendapat harga yang memang benar-benar murah karena bisa saja Anda silau duluan dengan harga baju sebelum discount.

Itulah juga mengapa jika Anda berjalan-jalan ke sebuah butik maka adakalanya display baju yang paling depan baju yang paling bagus dan ditawarkan dengan harga yang paling gila-gilaan dan jika menelusur ke dalamnya Anda akan menemukan baju dengan harga normal dan Anda akan merasa baju tersebut sangat murah karena terlebih dahulu melihat baju yang lebih mahal.

Kalo di lihat dari sisi dunia psikologi, pihak toko atau butik ini mengadopsi prinsip psikologi yang disebut prinsip kontras yaitu prinsip persepsi manusia yang mempengaruhi cara kita menilai dari perbedaan antara dua hal yang disodorkan kepada kita satu persatu. Seperti misalnya saat kita mengangkat sebuah benda, dengan terlebih dahulu kita mengangkat benda lain yang lebih berat, maka benda itu akan terasa lebih ringan dibandingkan jika kita mengangkatnya tanpa mengangkat benda lain yang lebih berat sebelumnya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Robert B. Cialdini dalam bukunya yang berjudul The Psychology Influence of Persuasion dengan percobaan sederhana kepada para mahasiswa dengan menggunakan instrument air dan suhu. Setiap mahasiswa mendapat kesempatan duduk di depan 3 wadah air, yang terdiri dari 1 air dingin, 1 air panas dan 1 air dengan suhu normal. Setiap mahasiswa diminta untuk mencelupkan sebelah tangan nya ke dalam air dingin dan sebelah tangan yang lainnya kedalam air panas dalam waktu yang bersamaan. Kemudian setelah beberapa menit, mereka diminta untuk mencelupkan kedua tangan mereka kedalam air dengan suhu normal secara bersamaaan. Apa yang terjadi? Ekspresi lucu segera terlihat dari wajah mereka. Walaupun kedua tangan mereka berada dalam satu wadah air yang sama, akan tetapi tangan yang sebelumnya dimasukkan kedalam air dingin merasa lebih panas, dan sebaliknya tangan yang sebelumnya dimasukan kedalam air panas merasa lebih dingin.

Balik lagi ke urusan discount, setelah tahutentang  ini kalo aku siy tetep aja kali ya langsung kalap kalo ada discount 90%

yukk maree Jeng kita belanja belanji lage ;D

discount2

gambar: nyolong di om google yaa..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s