Ini Budi

Setiap mendengar atau membaca nama Budi pasti ingatanku pada sosok pria berambut bergelombang tapi seingatku hanya poninya (oh no!Pria berponi), matanya agak sipit, kulitnya putih dan yang paling tidak akan aku lupa adalah senyum ramah yang selalu hadir diwajahnya yang bulat. emang niy orang ramah banget, waktu pertama ketemu dengan Budi aku masih jetlag sebagai orang kampung yang berimigrasi ke kota. Secara itulah pertama kali aku bergaul dengan orang selain orang sunda. Budi langsung menawarkan senyum ramah yang bikin adem dan selidik punya selidik ternyata Budi juga satu ras denganku jadilah langsung kompak

Yups Budi adalah pria yang tidak bisa aku lupakan sodara-sodara karena Budi salah satu sahabat terbaiku saat kuliah di Bandung dulu. Walau persahabatan kami cukup singkat namun menjadi salah satu yang paling berkesan dalam perjalan hidupku. *lirik suamiku rada takut, skr kamu kok mas cowok yang paling sedunia buatku
Waktu itu kami kuliah di jurusan pakaian jadi atau dikenal dengan garment (jangan ketawa dulu emang ada kok jurusan itu). Dimana materi yang diberikan segala hal yang berkaitan dengan BAJU. Dari mulai cara bikin (jahit menjahit) sampe asal muasal si Baju itu muncul kami pelajari. Karena itulah sekelas banyakannya cewek dan Budi menjadi salah satu barang langka di kelas kami.

Nah loh kok bisa Budi sahabatku masuk ke jurusan itu padahal dia cowok tulen banget. Menurut Budi katanya dia telat daftar ke jurusan yang dia inginkan, daripada harus nganggur akhirnya dia asal daftar aja. Gak nyangka bahkan gak mimpi kali yaa kalo harus jahit menjahit dan itu satu tahun penuh penderitaan bagi Budi hihi…

Aku gak ingat persis kenapa kami bisa jadi sahabatan. Oh iya selain Budi aku juga punya sahabat namanya Dani. Jadilah kami bertiga kemana-mana bareng. Dikelas, makan siang, pratikum, sampe posisi ujian pun kami tidak pernah terpisahkan. Teman satu kelas sampe menjuluki kami The Lingua karena waktu itu selain Lingua grup band yang lagi tenar,komposisi anggotanya sama seperti kami yaitu satu cewek 2 cowok. Mungkin teman sekelasku iri melihat aku bagai ratu dengan bodyguard nya deuuu senangnya diriku…

Keluarga uwa ku yang aku tumpangi selama kuliah di Bandung hapal banget kalo masa ujian aku pasti bawa pasukan untuk belajar bareng. Strateginya kami bagi dengan cara membagi tugas dengan seadil-adilnya. Budi dan Dani belajar dengan giat nah kalo aku sibuk masak dan nyiapin makan siang. Tapi sebagai balasannya saat ujian aku gak usah mikir heboh karena ada Budi dan juga Dani yang akan selalu menyelamatkanku. Makanya dalam sejarah hidupku, aku pernah mengalami dapat nilai outstanding IP diatas 3.5 hebat kan hihi…😉

Lalu mengapa Budi sebegitu penting bagi hidupku? Selain karena mendukung kuliahku sehingga dapat nilai yang cihuy juga emang orangnya baik banget. Bayangkan aja aku mau kemana aja, mau ngapain aja selalu ada Budi yang siap bantu. Coba cewek mana yang gak seneng di perhatiin dan dijagain, pasti seneng banget kan? makanya masa kuliah bareng Budi adalah masa yang paling menyenangkan..la iya lah… *digampar suami

Sayangnya setelah lulus dan aku harus meneruskan kuliah di tempat lain, perteman kami agak merenggang karena jarang berkomunikasi dan sibuk dengan urusan masing-masing. Budi juga akhirnya kuliah di jurusan yang diimpikannya, pastinya bebas dari jahit menjahit hehe. Kami kesulitan berkomunikasi karena sarananya juga terbatas, jangan bayangkan seperti sekarang yang ada handphone, FB maupun twitter, dulu komunikasi ya paling pake telp rumah atau telp umum atau bahkan surat. Walah gubrak…jadul banget kan? Udah gitu di kostan Budi tidak ada telp jadi makin susahlah kami cerita-cerita.

Namun aku salut sama Budi, walau aku sudah jarang memberi kabar. Begitu Budi tahu aku sedang berduka atas meninggalnya Bapak. Budi langsung menunjukkan perhatian dan bantuannya. Budi sibuk mencarikan aku pekerjaan dan akhirnya ada lowongan di daerah Bogor. Budi lah yang membuat surat lamaran dan CV serta mengirimkannya ke perusahaan. Sampai akhirnya aku berhasil mendapat pekerjaan tersebut. Namun apa balasanku, aku pindah ke kota lain dan komunikasi langsung terputus. Aku menghilang tanpa kabar. Sungguh aku tak habis pikir kok bisa ya aku melakukannya pada orang yang sudah begitu baik selama ini. Jahatnya!

Makanya lewat tulisan ini, Budi kalo kamu baca tulisan ini aku benar-benar minta maaf ya. Please jangan marah ya Bud, kita masih bisa tetap temanan kan? mau ya Bud…

friendship2

 

One thought on “Ini Budi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s