Kisah Sepotong Kue – Opera Cake versi hemat

Entah kenapa dari dulu pengen banget bikin sendiri Opera Cake tapi setiap baca resepnya jadi males karena tahapannya banyak dan yang paling penting perlu modal yang gak sedikit. Selalu kepikiran kalo gagal tentunya aku akan nangis darah huhuuu

Namun setelah bolak balik buka om google dan rajin ngumpulin resep Opera Cake, ketemulah dengan resep Opera Cake yang jaconde diganti dengan sponge cake jadinya lebih ekonomis. Secara dirikuh emang seneng banget ama yang ekonomis maka finally aku nekad bikin cake ini minggu lalu. Kumpulin bahan-bahannya dan siapkan jiwa dan raga sebaik mungkin, pokoknya siap tempur lah😀

Bikinnya sengaja bersamaan dengan pulangnya suami tercintahku dari Kalimantan. Cake ini ceritanya sebagai Wedding Anniversary Cake kami yang ke-8 (I love you Mas😉 ) dan yang pasti siy aku memang perlu orang yang bersedia membantuku menghabiskan cake jika gagal xixixi *jahat ya keluar tanduk

Resep yang aku pilih kali ini aku ambil dari blog nya mbak Nina dipadu padan dengan yang ada di blog nya mbak Ricke. Ini dia resepnya aku tulis ulang yaa

operacake1

OPERA CAKE
Sumber: Just my ordinary kitchen & catatan nina

Coffee syrup:
100 ml air
2 sdm gula pasir
1 sdm kopi instant
—> Panaskan air dan gula pasir hingga mendidih, masukkan kopi. Aduk rata. Dinginkan.

Chocolate ganache:
250 gram whip cream dairy cair/fresh cream
250 gram dark cooking chocolate, cincang kecil
—> Panaskan whip cream cair/fres cream jangan sampai mendidih (cukup hingga bagian pinggirannya
mulai bergelembung kecil). Matikan api. Masukkan dark cooking chocolate cincang. Diamkan 5 menit hingga
coklat meleleh. Aduk-aduk dengan hand whisk sampai rata dan licin. Dinginkan di suhu ruang.
Masukkan ke dalam kulkas hingga mengental seperti selai dan bisa dioles.

coffee white chocolate buttercream
1 sdm kopi instant
1 sdm air panas
250 gram unsalted butter dingin, potong-potong dadu, biarkan di suhu ruang
150 gram susu kental manis putih
100 gram white cooking chocolate, lelehkan, biarkan sampai agak dingin
1/2 sdt pasta mocca (optional)
—>Campur kopi instant dan air panas, dinginkan. Sisihkan.
Kocok unsalted butter hingga lembut dan creamy. Masukkan susu kental manis. Kocok kembali hingga mengembang ringan. Masukkan white cooking chocolate leleh, kocok rata. Masukkan pasta mocca, kocok rata. Simpan dalam kulkas sampai akan digunakan.

Cake (Lapis Surabaya Ekonomis)
Bahan :
6 butir telur
165 gr tepung terigu protein rendah
10 gr maizena
20 gr susu bubuk full cream
125 gr gula pasir
75 ml susu cair
1/2 sdt vanilla susu L’arome
150 gr mentega, lelehkan

Cara Membuat :
– Siapkan 4 loyang ukuran 20x20x3 cm. Oles margarin, alas kertas roti dan oles kembali.
– Panaskan oven 200’C.
– Kocok semua bahan kecuali mentega leleh. Kocok hingga mengembang dan kental berjejak.
– Masukkan mentega leleh sedikit demi sedikit, aduk balik hingga rata.
– Tuang ke 4 loyang dan oven selama 15 menit hingga matang.
– Angkat dan dinginkan.

Penyusunan:
Siapkan loyang ring tanpa alas yang dilapisi plastik mika di sisinya. Atau jika tidak punya, bisa langsung menyusun cake dan dioles filling. kalo aku gak pake mika
Letakkan selembar cake, basahi dengan coffee syrup hingga rata. Oleskan dengan setengah bagian coffee buttercream merata. Tumpuk lagi dengan selembar cake, basahi dengan coffee syrup dan oles dengan setengah bagian chocolate ganache. Tumpuk lagi dengan selembar cake. Lakukan hingga selesai (4 lapis jaconde cake, 2 lapis coffee buttercream, 2 lapis chocolate ganache). Dinginkan di dalam kulkas agar cake dan fillingnya menjadi set dan kokoh.

Chocolate glaze (ganache siram):
80 gram whip cream cair
120 gram dark cooking chocolate, cincang kecil
3 sdm madu
1 sdm minyak goreng (bisa juga dengan unsalted butter)
—>Panaskan whip cream cair/fres cream jangan sampai mendidih (cukup hingga bagian pinggirannya mulai bergelembung kecil). Matikan api. Masukkan dark cooking chocolate cincang. Diamkan 5 menit hingga coklat meleleh. Aduk-aduk dengan hand whisk sampai rata dan licin. Masukkan madu dan minyak goreng. Aduk rata.

Opera Cake sebelum di trim pinggirnya

Opera Cake tidak di rapikan pinggirnya, karena konsumsi sendiri biarlah apa adanya😉

Penyelesaian:
Keluarkan cake dari kulkas, lepaskan dari ring dan mikanya.
Siramkan chocolate glaze ke atas permukaan cake hingga merata. Masukkan kembali ke dalam kulkas hingga glaze agak set.
Rapikan bagian sisi cake dengan mengirisnya menggunakan pisau panjang bergerigi yang dicelup ke air panas dan dilap kering. Setelah selesai merapikan satu sisi, bersihkan pisau. Celupkan kembali ke air panas dan dilap kering. Lakukan lagi pada sisi yang lain hingga keempat sisinya rapi.
Simpan opera cake dalam suhu dingin hingga saat akan disajikan.

Note:
-Jika buttercream yang disimpan di kulkas sudah terlalu keras, diamkan sebentar di suhu ruang hingga melunak kembali dan bisa juga dikocok sebentar hingga lembut kembali.
-Cake juga bisa dibuat menjadi 6 lembar. Hasil akhir menjadi 6 lapis jaconde, 3 lapis ganache, 3 lapis coffee buttercream. Semakin banyak lapisannya, semakin rempong, hehehehee…

Dari resepnya emang panjang lebar banget yaa? Tapi percayalah saat mengerjakannya ternyata tidak seribet yang dibayangkan. Jadi urutan persiapan dan pembuatan Opera Cake ini, kalo aku satu hari sebelumnya siapkan chocolate ganache langsung masuk kulkas. Pada hari H buat Lapis Surabaya/Sponge Cake, sambil tunggu dingin lapsusnya siapkan cofee buttercream. Setelah itu susun dan masukkan kulkas supaya cake-nya kokoh. Sambil menunggu set cakenya, siapkan ganache siram. Kalo aku ambil seperlunya ganache dari ganache untuk lapis cake kemudian panaskan dengan ditambah madu dan minyak sedikit, aduk-aduk sampai terlihat mengkilat. Langsung tuang ke cakenya, jadi deh😉

Uji coba kali ini aku masih kurang puas karena lapsur-nya bantat mungkin belum kental sudah dipanggang atau bisa juga karena telurnya kurang segar. huuu ntahlah😦 Namun yang bikin seneng dapat laporan dari suamiku yang bawa 3 slice ke kantornya untuk sarapan ternyata di habiskan oleh teman-temannya dan minta dibawain lagi karena enak *langsung merah dweh pipiku.

Ok next time i’ll be better, smangat kaka!!

note: maaf fotonya jelek banget karena diambil malem-malem😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s