Wanna be Mom – Apa itu Laparoskopi & Laparatomi

Setelah melakukan HSG yang kedua kali, aku intip-intip hasilnya ternyata kurang bagus. Salah satu hasil HSG selain tuba non patent juga ada indikasi di saluran tubaku ada hidrosalping. Dari hasil browsing, hidrosalping merupakan suatu jenis kelainan pada tuba dimana penyebab  utama kerusakan distal tuba ini adalah Pelvic inflamantory Disease (PID), yang umumnya disebabkan oleh infeksi Chlamydia. Aku benar-benar kalut saat dijadwalkan bertemu dengan Prof Yun. Bismillah aku siapkan diriku sendiri untuk mendengar kemungkinan terburuk sekalipun berdasarkan hasil HSG yang sudah aku ketahui sebelumnya.

Namun walau aku sudah pasrah dan siapkan diri sebaik mungkin tapi tetap saja perasaanku sangat sedih saat Prof Yun menjelaskan hasilnya. Menurut Prof Yun, saluran tuba disebelah kanan sudah rusak jadi harus diangkat namun ada harapan dengan saluran tuba disebelah kiriku karena sumbatan terlihat hanya ada di ujung saluran. Untuk menghilangkan sumbatan menurut Prof Yun tidak ada cara lain dengan operasi atau pembedahan.

Ada dua alternative yang bisa diambil yaitu dengan laparatomi berupa pembedahan melalui dinding perut, kondisinya hampir sama dengan Caesar, jadi perutku akan dibedah dan diubek-ubek hiks. Alternatif lain dengan Laparoskopi (LO) adalah teknik bedah invasif minimal yang menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut. Kamera mini digunakan dengan terlebih dahulu dimasukkan gas untuk membuat jarak pemisah antara rongga sehingga dapat terlihat dengan jelas. Dokter bedah melakukan pembedahan dengan melihat layar monitor dan mengoperasikan alat-alat tersebut dengan kedua tangannya *ini kata google loh :)  Berhubung pembedahannya invasive minimal jadi masa pemulihan cukup cepat dan pasein juga terhindar dari rasa sakit yang berkepanjangan.

Prof Yun seperti biasanya memberi semangat agar kami tidak putus asa. Beliau memberikan alternative lain dengan hidrotubasi (lagi) dan sebelumnya diartemi sebanyak 20x. Mungkin dari sisi biaya alternative ini paling murah, yaaa kami hanya perlu menyiapkan sekitar 2 jutaan namun hasilnya sangat tidak bisa diukur karena bisa saja sumbatannya tidak mau hilang. Jadi aku pikir kemungkinan ini hanya buang uang saja, jadi tidak kami pilih.

Setelah kami konsultasikan dengan Prof Yun tindakan mana yang terbaik ternyata kecenderungannya pada LO. Meningat resiko yang lebih rendah dan masa pemulihannya yang lebih cepat. Namun biaya yang harus disiapkan ternyata tidaklah sedikit, kami harus menyiapkan dana sekurang-kurangnya 20jutaan itu pun kami sudah ambil kelas 3.

Aku benar-benar kalut mengingat dana yang begitu besar harus kami siapkan. Mulailah aku menyalahkan diri sendiri dan berpikir yang tidak-tidak. Aku sering nangis diam-diam saat suamiku telah tidur. Rasanya sangat sakit menjadi orang yang paling bersalah. Bahkan aku sudah memikirkan suamiku menikah dengan wanita lain karena sangat ingin punya anak *gara-gara terinspirasi sinetron. Suamiku tidak henti-hentinya menyakinkan aku bahwa selalu ada pertolongan Allah SWT dibalik masalah yang kita hadapi. Suamiku selalu yakin bahwa kami akan mempunyai anak dan beliau ingin aku pun menyakininya. Huuuu….I love you Mas🙂

Aku sudah coba tanya-tanya apakah tindakan LO dapat di cover oleh asuransi kantor, namun hasilnya sudah terprediksi tidak bisa karena ini kaitannya dengan infertilitas (tindakan untuk mendapatkan keturunan). Aku juga sudah Tanya-tanya di rumah sakit lain yang mungkin biayanya lebih rendah. Aku mendapat rekomendasi di Klinik Raden Saleh, kebetulan Dokter yang menanganinya juga dokter ahli tapi tetap saja dana yang diperlukan lebih dari 10jutaan.

Dimasa kesedihanku, Dewi adikku bilang “Teh biaya operasi mahal itu bagi yang tidak mampu, namun kita kan punya Allah SWT, InsyaAllah pasti ada jalan keluarnya. Sekarang tugas kita ikhtiar dan berdoa saja, semoga kita dimudahkan rejeki untuk mengumpulkan uang untuk operasi teteh.”

Sejak obrolan itulah aku mulai menata hatiku, aku mulai tercerahkan, pasti ada jalan walau saat ini belum aku temukan. Aku seharusnya bersyukur karena sekarang aku jadi tahu apa yang menjadi penyebab ketidakberhasilan aku hamil dan alhamdulillah aku juga sudah mendapat jalan keluarnya. Ini hanya persoalan waktu saja, seberapa cepat kami mengumpulkan dana untuk LO.

ikhlas2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s