Cerita Reksadana Pertamaku

Setelah hiatus hampir sebulan gak update di wp gara-gara keasyikan baca sinopsi drama korea #upss ketauan deh. Akhirnya hari ini desakan menulisku tiba-tiba muncul setelah terinspirasi dengan tulisan deva tentang reksadana pertamanya (yeay selamat ya deva). Ntah kenapa aku jadi pengen ikutan sharing tentang reksadana pertamaku juga hehe #latah

Sebenarnya kalo ngomongin pembelian reksadana pertamaku, itu terjadi kurang lebih 5 tahunan lalu. Asal muasalnya aku suka ngikutin acara Perfect Number nya Aidil Akbar yang ngebahas tentang investasi. Mulailah aku kepikiran investasi walau menurutku siy gak sopan banget karena saat itu aku punya cicilan utang DP rumah dan banyak utangku lainnya #puciiinggg

Waktu itu di perperct number ngasih rekomendasi untuk investasi di logam mulia, kalo gak salah harganya masih 150 rb an gituh deh per gram-nya. Tapi aku yang masih cupu kebanyakan mikir, aku mikirin nyimpen dimana tuh kepingan emas yg sebenarnya aku yakin mampunya juga beli dikit, udah gitu kepikiran juga saat beli bawa-bawa uang ke antam yg notabene jauh dari rumah, nambah lagi takut ketipu taunya bukan LM asli yang aku beli. Banyak banget halangan hanya karena ketakutanku tapi setelah itu aku nangis kejer karena satu tahun berikutnya harga emas langsung merokeeet. Coba aku maksain beli, beuhhh udah kebayang berapa duit yg bisa aku kipas-kipas😀

Namun keinginan memiliki masa depan yang lebih cerah tetap menggebu, aku cari info investasi yang paling cocok buatku dan akhirnya aku jadi sering baca-baca portalreksadana.com dan janganserakah.wordpress.com Mulai deh aku kenalan dengan reksadana dan menurutku investasi di reksadana paling praktis dan aman (menurutku saat itu loh) karena aku bisa beli di bank terdekat dan aku tidak perlu memikirkan tempat penyimpanan investasiku.

Saat aku utarakan niatku membeli reksadana ke suami, suamiku kurang setuju karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan *inget utang dimana-mana😀 dan beliau masih belum yakin apakah dari sisi agama diperbolehkan transaksi reksadana.

Tapi semesta mendukung aku untuk mulai investasi, ternyata ada reksadana syariah yang insyaAllah produk yang di kelola dijamin halal, saat itu juga harga reksadana lagi jatuh kalo aidil akbar bilang  reksadana lagi discount besar-besaran dan yg lebih sedap aku dapat bonus yg lumayan dari kantor jadi tidak mengganggu cash flow bulanan rumah tangga yeay #jogetjoget.

Dengan semangat 45 datang ke bank Mandiri dan tanya-tanya tentang reksadana, tapi berhubung saat itu reksadana belum terlalu dikenal kayak sekarang, CS yang aku datangi kayaknya belum menguasai produk yang ia jual ujung-ujungnya menjelaskan tentang reksadana termasuk resiko dan tahapan setelah transaksi gak terlalu jelas. Sempat ragu-ragu beli, namun karena gak enak sama CS nya kalo aku batalin, yo wis aku nekad aja yg penting aku beli reksadana syariah. Saat ditanya mau beli reksadana apa, aku gak mikir panjang pilih produk dari Mandiri Investasi hanya karena ada merk Mandiri-nya, aku pikir kan sama-sama Mandiri jadi kalo ada apa-apa kan itu punya bank Mandiri #pemikiran bodoh.

Saat pulang aku gak nyangka dengan mudah bisa mengeluarkan uang yang menurutku lumayan banget tanpa pertimbangan dan ijin suamiku, udah gitu aku juga gak ngerti harus digimanain tuh reksadana yg aku beli dan gimana cara jualnya lagi.  Besoknya aku makin nyesel abis-abisan soalnya temanku pada beli HP yg canggih dari uang bonusnya, Saking nyeselnya reksadanaku aku cuekin aja gak aku urus lagi. Aku juga gak bilang apa-apa ke suamiku takutnya malah disalahin karena ngeluarin uang yg gak jelas tanpa sepengetahuannya. Apalagi setelah itu kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk investasi dibidang apapun. #nangiskejer

Sampai dua tahun setelahnya, salah satu temanku menunjukkan laporan bulanan investasi reksadananya kebetulan dia juga beli melalui bank Mandiri juga. Baru aku sadar pernah beli reksadana dan iseng aku check nilai unitku ke CS. Ehhh gak nyangka banget ternyata nilai investasiku naik 2x lipat loh dari sebelumnya. Wahhh surpised, serasa dapat harta karun la wong aku gak ngapa-ngapain ehh nilai investasiku nambah dengan sendirinya. Memang benar kata Aidil Akbar, aku membeli reksadana pada momment yg paling tepat yaitu saat harga drop ke titik terendah dan ketika rebound otomatis harga reksadanaku jadi naik yeayy. Hasil browsing dari sini niy aku mau share tentang reksadana Mitra Syariah tapi ini periode 2010 yaa kalo info terbarunya langsung capcus aja ke website-nya Mandiri Investasi :

  • Nama produk nya itu Reksadana Mandiri Investa Atraktif Syariah, atau disingkat Mitra-Syariah.
  • Produk ini termasuk Reksadana Saham.
  • Manajer Investasi (MI) nya adalah PT. Mandiri Manajemen Investasi.
  • Bank Kustodiannya adalah Deutsche Bank.
  • Salah satu agen penjual nya adalah Bank Mandiri.
  • Minimum pembeliannya adalah Rp. 500.000.
  • Setiap pembukaan baru (subscription) atau penambahan dana (top-up) dikenain biaya 0,5% dari besar dana yang akan disetor.
  • Apabila kita menarik dana sebelum 1 tahun lamanya, dikenakan biaya 0,25% dari besar dana yang ditarik, namun jika dana kita sudah dibiarkan selama setahun lebih, tidak dikenakan biaya apapun.
  • Jika kita mau mengalihkan dana kita dari produk Mitra-Syariah ini ke produk reksadana lain yang penting punya Mandiri Investasi, akan di kena biaya 1,25% dari besar dana yang dialihkan.

Tentu dong aku share hal ini ke suamiku, termasuk kabar gembira kenaikan nilai investasiku. Akhirnya suamiku memberi restu untuk meneruskan investasi dengan rutin beli reksadana, insyaAllah investasi ini untuk pensiun kami kelak maklum lah kerja di perusahaan swasta yang jaminan hari tua-nya belum tentu ada makanya kita sendiri yang harus prepare.

pinjem dari kompas.com

pinjem dari kompas.com

Nah itu sharing dikit tentang pengalamanku investasi reksadana, insyaAllah kapan-kapan aku mau cerita tentang apa itu reksadana dan gimana cara praktis investasi reksadana tapi versi aku loh yaa.

Tetep semangat😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s