Seandainya Pohon

IMG00062-20110901-0559

SEANDAINYA POHON

Seandainya pohon bisa bergerak dengan kaki dan sayap,

Ia tak akan menderita karena gergaji dan kapak

Dan seandainya matahari tidak melesat dengan sayap dan kaki setiap malam,

Bagaimana dunia bisa disinarinya lagi setiap pagi,

Dan seandainya air asin tidak menguap dari laut ke langit,

Bagaimana pula taman bisa disuburkan oleh sungai dan hujan?

Ketika tetes itu meninggalkan tanah asalnya dan kembali,

Aku menemukan kerang dan menjelma mutiara.

Bukankah Yusuf berkelana meninggalkan bapanya sambil menangis?

Bukankah, dalam perjalanannya, ia mendapatkan harta dan kerajaan dan kejayaan?

Bukankah Mustafa berhijrah ke Madinah,

Mendapatkan kewibawaan dan menjadi tuan di mana-mana?

Meski kau tak berkaki, pergilah kau sendiri,

Bagai tambang permata yang menerima kilat dari cahaya mentari.

Berkelanalah dari diri ke dalam diri, O tuan,

Sebab dengan pengelelanaan itu bumi menjelma tambang emas.

Dari kepahitan dan kekecutan menuju ke rasa manis,

Bahkan dari tanah yang asin ribuan macam buah muncul.

Dari Matahari, kebanggaan Tabriz, lihat mukzizat ini

Dan setiap pohon mendapatkan keelokan dari cahaya matahari.

 

Jalaluddin Rumi –

One thought on “Seandainya Pohon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s