Wanna Be Mom – Cara Alami Menghalau PCOS

Rajin baca-baca tentang PCO dan cara pengobatannya, aku nemu artikel dan ingin banget aku share di sini. Berharap pembaca blog ku yang bernasib sama bisa mengambil manfaatnya. Aku sendiri belum mencoba tips yang ada karena itu susah senangnya belum bisa aku bagi.  Tapi demi my baby tentunya apa yang harus dilakukan harus semangat dan istiqomah aku lakukan. InsyaAllah aku akan jalanin terapinya, mudah-mudahan dengan jalan ini PCO ku keok dan aku berhasil hamil, amiin

TIPS MAKANAN UNTUK PCOS

 

Pilih yang rendah indeks glikemik. Indeks glikemik adalah ukuran kecepatan suatu jenis makanan diurai oleh tubuh menjadi gula dan selanjutnya diserap menjadi gula darah. Semakin tinggi indeks glikemik jenis makanan, makin cepat makanan diserap tubuh ke dalam darah, yang meningkatkan kadar gula darah. Gula murni adalah pemilik indeks glikemik paling tinggi,  yaitu, 100. Sebuah riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, edisi Juli 2010, menyebutkan  wanita dengan PCOS yang menjaga indeks glikemiknya tetap rendah dengan menjaga pola makan sehat, melaporkan siklus haid mereka menjadi teratur. Artinya, tingkat kesuburan mereka juga meningkat sehingga memiliki peluang untuk hamil. 

  1. Makanan dengan indeks glikemik tinggi antara lain  kerupuk (87±2), keripik jagung (81±6), bubur beras (78±9), kentang rebus (78±4), semangka (76±4), roti gandum (74±2), nasi putih (73±4)
  2. Makanan dan minuman dengan indeks glikemik sedang antara lain nasi beras merah (68±4), popcorn (65±5), kentang goreng (63±5), madu (61±3), minuman bersoda (59±3),  buah mangga (59±8), 
  3. Makanan dan minuman dengan indeks glikemik rendah antara lain bihun (53±7), jagung manis (52±5), es krim (51±3), jus jeruk (50±2), pisang (43±3), yoghurt (41±2), coklat (40±3), wortel rebus (39±4)

Protein tinggi. Dari hasil riset Dr. Sidika E. Kasim-Karakas , MD., pakar endokrinologi dari UC Davis Medical Center ENS, Sacramento, California, AS, membuktikan bahwa diet dengan menu makanan berprotein tinggi,  dapat membantu mempertahankan kadar hormon,  hingga siklus haid menjadi lebih teratur dan bisa meningkatkan kesuburan. Makanan tinggi protein seperti telur, ikan, dan daging biasanya mengandung karbohidrat rendah, yang membuat kadar gula normal dan  menurunkan jumlah  insulin yang dihasilkan pankreas. Kadar insulin yang rendah akan menurunkan kadar hormon androgen yang diproduksi ovarium.  Artinya, sel-sel telur di dalam ovarium  berkesempatan untuk matang, yang memungkinkan terjadinya kehamilan! Agar lebih maksimal dalam penyembuhan PCOs Anda sebaiknya mengkonsumsi Suplemen Ovum Gel untuk..

TIPS DIET SEHAT UNTUK PCOS

Hindari makanan yang mengandung gula-gula buatan yang bisa menyebabkan peningkatan kadar insulin. Seperti : gula halus, permen, kue-kue manis, soft drink dan minuman-minuman yang manis lainnya

Ganti nasi putih dengan beras merah yang memiliki indeks glikemik rendah. 

 

 Konsumsi ikan-ikan segar yang banyak mengandung Omega-3, seperti contohnya ikan Salmon yang kaya akan Omega-3.—– Asam lemak Omega-3 terbukti mampu menurunkan kadar hormon testosteron (hormon laki-laki), sehingga membantu kinerja ovarium dalam mematangkan sel telur. 

Putih Telur Ayam Kampung.  Selain tinggi protein, putih telur juga bermanfaat untuk menjaga dan mempertahankan kualitas sel telur. Dari hasil riset Dr. Sidika E.Kasim-Karakas, MD, pakar endokrinologi dari UC Davis Medical Center ENS, Sacramento, California, AS, membuktikan bahwa diet dengan menu makanan berprotein tinggi dapat membantu mempertahankan kadar hormon, sehingga siklus haid menjadi lebih teratur dan bisa meningkatkan kesuburan. Makanan tinggi protein seperti telur, ikan, daging, tempe, dan tahu biasanya mengandung karbohidrat rendah, yang membuat kadar gula menjadi normal dan menurunkan jumlah insulin yang dihasilkan pankreas. Kadar insulin yang rendah akan menurunkan kadar hormon androgen yang diproduksi ovarium. Artinya, sel-sel telur di dalam ovarium berkesempatan untuk matang, yang memungkinkan terjadinya kehamilan.

Kurangi kacang-kacangan, termasuk Susu Soya. Kedelai yang dikonsumsi dalam dosis tinggi bisa memperpanjang siklus menstruasi, menurunkan FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Leutinizing Hormone). Namun tidak perlu khawatir karena hal ini akan timbul hanya jika kedelai dikonsumsi secara berlebihan. Meskipun begitu, disebagian negara, susu soya sangat dianjurkan untuk orang-orang yang sedang dalam penanganan kesuburan. Ini dimaksudkan untuk menekan perkembangan sel telur yang berlebihan, atau OHSS (Ovarium Hyper Stimulating Syndrome), dan untuk membantu mengurangi produksi gas di perut yang berlebihan saat menjalani terapi induksi ovarium.

Umbi-umbian, seperti ubi jalar, kentang, wortel, lobak dan jenis umbi lainnya mempunyai kandungan vitamin A, E, dan C, juga kandungan beta-karoten yang bagus sebagai antioksidan. Dan kandungan phytoestrogen dan progesteron pada ubi jalar dapat membantu ovarium mampu memproduksi sel telur matang.

Olah-raga ringan seperti jogging dan yoga yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan. Dalam gerakan-gerakan yoga mampu meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi dan mengatur semua fungsi hormon. Selain itu juga dapat menghilangkan stres dan menjadikan emosi tetap stabil. “Filosofi seluruh yoga adalah perbaikan dan pembersihan diri, olahraga, serta berfokus pada hal yang positif dalam hidup. Ini bagus untuk mengurangi berat badan, mengurangi stres, dan banyak hal,” kata Dr Pfeifer.

Oke jadi kesimpulan singkatnya bagi penderita PCO, ganti beras jadi beras merah lebih afdol yg organik (oke ini bisa diatur), hindari makanan dan minuman yg mengandung pemanis buatan (kalo mau makan kue baiknya bikin sendiri aja lebih terjamin bahan-bahannya dan hindari jajan makanan manis), perbanyak makan putih telur ayam kampung (oke note ntar aku nyetok telur kampung), hindari kacang-kacangan (huaaa susyah kalo ini soalnya aku dan suami tukang ngemil kacang hiks), perbanyak makan umbi-umbian (kalo kolak ubi atau singkong boleh gak ya hehe), rajin olah raga (nah ini dia, namanya olah raga cuma niat doang tapi dilaksanakannya ogah hehe), terakhir dan yang paling susah adalah hindari stress dan jaga emosi tetep stabil (ketauan bgt tukang emosian 😀 )

Hikmah nya dengan PCO malah kita lebih menjaga diri kita sendiri, menjadi lebih baik dan lebih sehat. Pasti Allah SWT akan memberikan ujian beserta dengan jalan keluarnya. Bissmillah kami bisa lewati ini. Tetep Semangat!

sumber dari sini

Wanna be Mom – Apa itu PCO (polycystic ovary)

Setelah tahu aku indikasi PCO, mulai deh rajin-rajin baca tentang PCO. Apa siy PCO atau PCOS itu? Salah satu artikel yang ingin aku share berikut ini akan menjawabnya :

PCO (polycystic ovary) adalah suatu keadaan di mana satu indung telur mengandung 12 folikel atau lebih. Karena acap orang salah duga, DR. MED. Dr. Calvin Tjong, SpOG menegaskan bahwa yang ditemukan pada PCO bukanlah sebuah kista, melainkan folikel-folikel kecil yang berukuran 5-7 mm. Kista adalah definisi yang dipakai bila pada indung telur ditemukan ruang yang berisi cairan atau benda padat dan dilapisi oleh selaput.

Pada satu indung telur terdapat jutaan folikel yang notabenenya adalah bakal sel telur. Setiap bulan setelah menstruasi, beberapa folikel akan membesar dan biasanya hanya satu folikel yang akan menjadi matang. Folikel yang matang mempunyai ukuran 18-25 mm.

Folikel yang matang ini akan  pecah dan menghasilkan sel telur dalam proses yang dinamakan ovulasi. Pada PCO, beberapa folikel berkembang, tetapi pembesaran ini terhenti pada ukuran 5-7 mm. Folikel-folikel yang tak kunjung matang akan terus menerus menghasilkan hormon estrogen yang mana bertanggung jawab mempengaruhi pertumbuhan selaput lendir pada rongga rahim.

Esterogen yang terus-menerus diproduksi, lambat laun membuat selaput lendir rongga rahim menjadi sangat tebal. Ketika sirkulasi darah dari dinding rahim tak lagi terfasilitasi, terjadilah bleeding berupa flek atau bahkan pendarahan yang sangat hebat. Amenorhea juga menjadi salah satu gejala yang kerap timbul sebab efek dari PCOS.

Tidak semua PCO yang termonitor dari USG berpotensi menyebabkan gangguan. Apabila temuan PCO turut disertai gangguan siklus menstruasi atau kelebihan hormon androgen (hormon laki-laki), barulah kondisi ini dikategorikan sebagai sindrom polikistik ovarium atau PCOS.

Gejala PCOS beragam, namun yang paling sering dikeluhkan pasien ialah :
  1. Gangguan pada siklus haid yaitu siklus haid jarang dan tidak teratur
  2. Gangguan yang mengarah kepada kesuburan, dimana yang bersangkutan menjadi sulit hamil (subfertile) bahkan mandul.
  3. Tumbuh bulu-bulu yang berlebihan dimuka, dada, perut, anggota badan .
  4. Rambut menjadi mudah rontok (hirsutisme).
  5. Banyak tumbuh jerawat.
  6. kegemukan (obesitas), berat badan tidak ideal. Apabila berat badan ideal ada lipatan lipatan lemak di perut.
  7. Pada USG ditemukan banyak folikel kista di ovarium.

Terus terang dari gejala diatas sebagian besar tidak aku banget, berat badanku dari awal nikah tidak pernah lebih dari kisaran 45 – 50 kg bahkan pernah nge-drop dibawah 45 kg dan itu sukses membuatku keleyengan. Demikian daengan siklus haidku, tidak pernah meleset. Juga dengan jerawi, kalo pun muncul hanya saat haid. Jadi saat dokter mendiagnosa aku kena PCO pengen protes dan menyangkalnya 😦

Ikhlas dan sabar itu yang selalu suami ingatkan saat aku nangis bombay. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT untuk melakukan apapun. Banyak yang berhasil hamil walau secara medis dinyatakan hampir mustahil. Sekarang kami lebih fokus kepada apa yang bisa kami lakukan sekarang, sharing dari teman di milis yang aku ikuti terapi utk penderita PCO salah satunya menjaga kesehatan tubuh. Secara logika jika kita sehat maka hormon pun akan seimbang. Jadi harus rajin olah raga, jangan stess dan menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuh. Dan tambahan dari suamiku, jangan berhenti berdoa kepada Maha Pemilik Hidup ini dan terima takdir Allah SWT dengan ikhlas…

ikhlas

sumber:
gambar dari sini dan dari PP nya BBM teman
tulisan dari sini dan sini

 

Wanna Be Mom – Perjuanganku belum selesai

anak sholeh

Setelah melewati operasi Laparoskopi yang menghebohkan dan dinyatakan sehat (2 saluran telurku sudah bebas hambatan) aku dan suami berhenti minum obat-obatan medis. Secara 2 tahun sebelumnya berbagai macam jenis obat sudah masuk ke tubuhku bahkan tenggorokanku serasa udah melebar karena terbiasa minum obat kapsul yang besar-besar dalam satu tegukan 😀

Tidak terasa satu tahun lebih sudah terlewati namun aku belum juga diberikan kesempatan menjadi seorang ibu. Alhamdulillah ada yang berbeda setelah LO haidku sakitnya berkurang, yang biasanya di hari pertama haid gak mampu masuk kerja karena seharian muntah dan pusing sekarang jadwal libur sehari dalam sebulan tidak aku pake lagi. Berat badanku juga udah mulai naik, makanku banyak loh #itu mah bawaan lahir kalee 😀

Sebenarnya sepanjang satu tahun ini aku dan suami tetap berikhtiar melalui pengobatan alternatif, seperti di urut (aku hindari urut di bagian perut) atau di akupuntur karena aku pikir efek sampingnya lebih kecil daripada minum obat-obatan kimia. Namun beberapa kali pindah terapis ternyata Allah SWT belum mengabulkan keinginan kami.

Karena lewat jalur alternatif belum berhasil, Juli 2013 lalu aku mendapat rekomendasi untuk datang ke dokter yang ada di daerah Pamulang hasil ngobrol-ngobrol dengan teman kantor, ternyata temanku juga sudah menunggu 7 tahun dan berhasil mempunyai anak setelah mengikuti terapi dari dokter tersebut. Dengan semangat aku datang ke dr.Muchlis di RSIA Buah Hati Pamulang. Seperti biasa karena ini dokter senior, antriannya cukup sadis tapi masih lebih sadis dr. Wachyu di RSIA YPK. Aku mendapat urutan nomor 26 dan perlu menunggu 2,5jam sampai akhirnya ketemu dr.Muchlis. Setelah melihat sejarah pengobatanku diantara banyak dokter yang aku datangi, dr Muchlis bilang hampir semua hal sudah pernah aku jalani dan aku ditangani oleh ”para pendekar” untuk bidang infertil yang mungkin menjadi seniornya dr.Muchlis selama ini. Malah beliau bingung harus ngasih tindakan apa karena aku sudah melakukan test apapun yg seharusnya dilakukan. Lah piye toh Dok kok bingung #aku ikutan bingung. Akhirnya dr. Muchlis memberiku resep obat yang harus aku minum setiap hari selama 4x siklus haid dan jika bulan ke-4 belum berhasil maka aku diminta kembali ke dr Muchlis untuk treatment lebih lanjut. Huaaaa minum obat lageee #nangis bombay

Bulan pertama aku minum obat tersebut bersamaan dengan puasa Ramadhan, entah karena efek obat atau karena puasa, berat badanku langsung terjun bebas turun 5 kg. Aku sangat kurus sampai tulang-tulangku menonjol dan saat haid datang sakitnya sama seperti saat sakit haid sebelum LO. Seharian tidak bisa ngapa-ngapain karena bolak balik muntah dan kepala pusing banget. Karena efeknya sangat mengkhawatirkan, atas ijin suamiku aku memutuskan untuk menghentikan minum obat tersebut.

Diskusi dengan suami, akhirnya kami sepakat mendatangi kembali dr.Wachyu karena ku pikir beliau sudah tahu sejarah pengobatan yang sudah aku ambil selama ini. Bissmillah…

Menurutku bertemu dengan dr.Wachyu harus siap mental, sama seperti dulu yg langsung dijadwalkan operasi LO saat pertemuan pertama, kemaren pun aku terkaget-kaget dengan diagnosa yang dokter berikan, dipertemuan pertama kata dr. Wachyu di rahimku ada sedikit infeksi, dokter langsung ngasih tindakan dan disuruh minum obat antibiotik selama satu minggu dan vit E selama 30 hari. Berhubung sudah banyak jenis antibiotik yang resisten dibadanku *gara-gara sejak kecil sakit dikit dikasih antibiotik jadi antibiotik yang aku minum harganya lebih mahal. Bayar konsultasi dan obat-obatan #jebret Rp 800rb harus aku keluarkan huaa gak relaa..

Minggu berikutnya aku dijadwalkan bertemu lagi dengan dr Wachyu katanya akan check kondisi telurku karena sudah masuk masa subur (14 hari dari hari pertama haid). Proses check telur melalui transvaginal berdasarkan hasil pemeriksaan ada yang aneh karena dokter tidak menemukan telur di rahim sebelah kiri maupun kanan padahal katanya ovariumku normal. Ya Rabb apa lagi yang harus aku hadapi 😦

Dokter memberikan resep obat yang harus aku makan selama 30 hari #obat again hua… kata dokter itu obat yang mengatur gula darah ditubuhku supaya hormonku seimbang. Aku masih belum ngerti apa yang disampaikan dokter, aku masih ngotot ogah minum obat terus-terusan karena pernah pengalaman minum obat dari dr. Muchlis dan hasilnya aku tambah kurus dan haidku sakit. Tapi dokter juga ngotot bahwa haidku sakit itu kebetulan saja terjadi saat aku minum obat karena menurut dokter juga tidak ada hubungannya. Akhirnya aku ngalah, bissmillah aku akhirnya beli juga obat yang diresepkan dokter. Kali ini konsultasi, tindakan dan obat totalnya Rp 600rb #ngobok-ngobok dompet hadeuuh

Karena ogah rugi, aku balik lagi ke dokter minta resume medis atas tindakan yang dokter lakukan untuk klaim ke kantor suamiku. Ketika aku lihat dokter tulis diagnosa di kuitansi disana tertulis PCO, saat itulah baru aku sadar. Ya Rabb perjuanganku ternyata belum selesai, sekarang aku harus menghadapi PCO. Aku masih belum percaya karena hasil test hormon beberapa tahun lalu menunjukkan aku tidak ada masalah. Kondisi ini sama sulitnya dengan tersumbatnya saluran telur yang memerlukan operasi namun sekarang yang harus aku hadapi adalah ketidakseimbangan hormon dan dari artikel yang aku baca kondisi ini akan aku hadapi seumur hidupku.

Sepanjang perjalanan pulang aku diam dan perbanyak istighfar karena istighfarlah yang bisa menenangkan aku dari rasa sedih dan putus asa, ya Allah kenapa sulit sekali aku mempunyai anak jika mengingat perjuanganku selama 8 tahun ini.

Suamiku tahu aku terpukul dengan diagnosa dokter, sambil memelukku suamiku bilang, ”ini adalah cobaan yang Allah berikan kita dan insyaAllah kita bisa melewatinya, sabar ya sayang” #nangis bombay. Itulah salah satu yang membuatku jatuh cinta mati sama suamiku, bisa menenangkan aku yang sangat labil #iloveyou mas

Perjuanganku ternyata belum selesai namun InsyaAllah aku tetap yakin dan semangat.

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

 Rabbana hablana min azwajina wa zurriyatina qurrata a’yunin, waj’alna lil muttaqiina imaama.

Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74).

Aamiin Allahumma Aamiin
gambar: diambil dari pp BBM nya teman

Wanna Be Mom – Pengalamanku Laparoskopi

Sebenarnya ini tulisanku tahun lalu tapi belum pernah aku share disini. Aku jadi pengen share karena sudah 2 bulan ini aku mulai rajin lagi konsultasi ke dokter spesialis kandungan. Harapan untuk mempunyai anak tetap aku iktiarkan karena itulah kewajibanku sebagai manusia.

*******************************

sabar10

Ikhtiar aku dan suamiku untuk memiliki anak ternyata sampai pada vonis dokter bahwa saluran tubaku tersumbat dan alternative yang disarankan dokter adalah laparoskopi (LO) yang notabene biayanya cukup besar menurut kami.

Ternyata Allah SWT memang sangat sayang pada keluarga kami, tidak sengaja suamiku ngobrol-ngobrol dengan teman beda divisi. Ternyata dia juga pernah menjalani LO dan biayanya diganti oleh kantor. Ketika ditanyakan ke bagian HR, hal itu dibenarkan asal diagnosanya jelas.

Ya Allah aku sujud syukur mendengarnya. Mengapa selama ini aku tidak terpikir utk bertanya ke kantor suamiku. Aku malah lebih focus dengan kesedihanku.

Setelah mendapat kepastian biaya ada yang menanggung, aku mulai searching dokternya, yang pasti aku harus ditangani oleh dokter yang sudah ahli karena walau ini operasi invasif minimal namun organ reproduksiku yang di obok-obok. Aku khawatirnya efek dari operasi ini malah mengakibatkan hal lain yg tidak aku inginkan.

Setelah baca-baca di milis aku mendapat rekomendasi untuk datang ke dr. Wachyu Hadisaputra yang kebetulan praktek juga di RSIA YPK dimana selama ini aku selalu datang konsultasi walau dengan dokter lain. Informasi yang aku terima Dr. Wahyu merupakan dokter specialist endoscopy yang sudah sering melakukan LO dan banyak yang berhasil hamil setelah ditangani oleh dr. Wahyu karena itulah dengan semangat 45 aku telp YPK untuk daftar.

Aku mau cerita perjuanganku bertemu dengan dr. Wachyu, beliau merupakan dokter senior yang telah ahli dan terkenal sehingga pasien nya banyak dan karena itulah sistem pendaftarannya agak berbeda dengan dokter lain. Nomor pendaftaran diatur per grup disetiap jamnya, ada 4 grup untuk grup A ada 10 orang dari jam 5 sampai 6 sore, lanjut grup B dari 6 sore sampai 7 malam dan seterusnya. Waktu aku daftar, ternyata sudah masuk grup D (grup akhir) karena itu aku minta di undur saja minggu depannya lagi, alhamdulillah masuk ke grup B (asumsiku jam 7 malam). Tadi nya aku heran kok sampai segininya siy mau ketemu dokter Wachyu sampai aku berniat pindah rumah sakit saja ke RS Bunda. Tapi ternyata di RS lain untuk bertemu dengan dr.Wachyu menurutku lebih ”sadis” lagi yaitu berdasarkan kedatangan pasien. Kalo konsultasi dimulai jam 5 sore maka kita harus mulai ngantri dari jam 2 dan tidak boleh meninggalkan RS karena pada saat daftar ulang dan kita sedang tidak ada maka dianggap tidak hadir (nomor akan diberikan ke yang lain).

Akhirnya aku memilih datang ke YPK saja dan pada saat aku konsultasi asumsiku aku masuk grup B maka aku akan bertemu dr.Wachyu ya sekitar jam 7an, tapi ternyata aku baru bertemu dr. Wachyu sekitar setengah 9 sodara sodara…huft…lumayan juga nongkrong nungguin karena aku sudah mulai stay dari jam 5 sore. Pembelajaran bgt untuk konsultasi berikutnya aku harus masuk grup A *kepaltangan keatas

Saat bertemu beliau, aku sampaikan kondisiku beserta seluruh hasil pemeriksaanku selama ini. Melihat diagnosa dari HSG yang aku lakukan, dr.Wachyu langsung menyarankan aku LO (hmmm udah keprediksi). Namun yang bikin aku shock LO dilakukan 14 hari kedepan *gubrak . dr. Wachyu langsung melihat agenda nya, aku di jadwalkan operasi tanggal 23 Februari 2012, mulai masuk RS tgl 22 Februari sore.

Aku dan suami tidak sempat berpikir panjang langsung mengiyakan, waktu itu aku cuma berpikir untuk apa aku undur karena hal ini harus aku lakukan.

Aku dikasih surat pengantar untuk check kesehatanku yang harus dilakukan malam itu juga di Biotest menteng. Alhasil buru-buru kami ke Biotest karena jam kantornya tutup jam 9 malam. Alhamdulillah masih sempat sampai ke Biotest langsung aku test x-ray, ekg, darah dan alergi. Jam setengah sepuluh semua selesai dilakukan dengan total tagihan 1,8 juta *gubrak. Gak apa-apa ini bisa di klaim ke kantor, kata suamiku menenangkanku.

Ketika sampai di rumah, baru aku dan suamiku pusing bagaimana mencari dana untuk LO. Memang perusahaan akan menanggung biaya tersebut, namun karena RS YPK bukan rumah sakit rujukan maka biaya harus ditanggung dulu baru nanti bisa di reimburcement ke kantor suami. Biaya yang harus kami siapkan kurang lebih 25 juta sedangkan dana yang kami miliki sekitar 5 jutaan. Berarti kami harus sediakan 20juta dalam waktu 14 hari. Akhirnya aku dan suamiku atur strategi, kami ajukan pinjaman 10juta ke masing-masing kantor kami. Bismillah…

Besoknya aku datang ke atasanku untuk mengajukan pinjaman koperasi, namun koperasi belum pasti bisa sediakan mengingat saat itu banyak karyawan lain yang duluan mengajukan pinjaman juga. Aku mulai panik kemana lagi harus mencari uang itu, namun saat aku cerita ke salah satu sahabatku mengenai hal ini, alhamdulillah sahabatku bersedia meminjamkan uangnya. Aku sangat bersyukur karena Allah memberikan cobaan beserta jalan keluarnya. Aku sangat berterima kasih pada sahabatku itu, beliau tidak berpikir panjang kapan aku bisa kembalikan uangnya *thanks ya Gha J

Aku juga mendapat kabar dari suamiku, kantornya tidak bisa memberikan pinjaman namun Alhamdulillah atasannya bersedia memberikan pinjaman. Alhamdulillah sujud syukur atas kemudahan yang kami dapatkan. Aku makin yakin inilah jalan yg harus aku tempuh karena begitu banyak bantuan yang diberikanNya.

H-1, aku sengaja mengajukan cuti sejak tgl 22 kalo suamiku ngambil cuti tgl 23 saja. Entah karena ini operasi yg pertama kali aku lakukan seumur hidupku, aku sangat takut dan sampai berpikir bagaimana jika yang terburuk terjadi. Padahal suamiku berulang kali menyampaikan ini bedah kecil namun perasaanku tetap tidak tenang. Apalagi saat sampai di rumah sakit, bukan hanya takut tapi aku juga jadi sedih karena salah satu resiko yang bisa saja terjadi adalah pengangkatan saluran tuba falopi dan jika itu terjadi berarti aku sudah tidak bisa hamil normal lagi. Karena melihat kondisiku, suami meminta ke suster untuk bertemu dokter dulu. Saat itu dr. Wachyu sedang ada pasien, aku dipertemukan dengan dr. Cepi yang ternyata anaknya dr. Wachyu. Beliau memberikan penjelasan yang cukup detail tentang tindakan yang dilakukan, resikonya dan jaminan bahwa jika pun harus mengangkat tuba falopiku maka itu atas persetujuan suamiku. Alhamdulillah setelah bertemu dr.Cepi aku mulai tenang dan mau mengikuti apa yang diminta suster.

Sebelum tidur aku diminta minur air pencahar, rasanya asin banget sampai aku hampir muntah karena gak enak. Aku juga check alergi antibiotik, ganti baju rumah sakit dan minum susu yang disediakan oleh RS. Namun tidak lama aku mulai merasakan efek obat pencahar yang aku minum. Lebih dari 7 kali aku bolak balik toilet, sampai aku tidak bisa tidur. Menjelang pagi, aku dibangunkan untuk persiapan operasi.

Aku disuruh suster untuk duduk di kursi roda, padahal aku mampu jalan dan tidak merasakan apapun kecuali perutku yg mulas karena minum pencahar. Tapi suster memaksanya, katanya itu prosedurnya. Ya sudah aku ikuti aja, jarang-jarang kan duduk di kursi roda (anggap aja pengalaman hehe). Masuk ke ruangan operasi ternyata suamiku sudah menunggu, aku sedih lihat suamiku karena semalaman tidur di ruang tunggu jadi kelihatan kucel banget. Aku tanya apakah sudah sarapan atau belum, tampaknya suamiku gak mau bikin aku khawatir. Dia hanya bilang sudah sarapan padahal aku yakin belum.

Mas ku menenangkanku, apapun hasil operasiku nanti keputusannya tidak akan mengizinkan tuba falopiku diangkat. Nanti akan dipikirkan jalan lain selain mengangkat organ tubuhku. Mendengar itu aku tenang, aku banyak berdoa semoga operasiku dilancarkan dan hasilnya juga bagus.

Aku masuk ke ruangan yg membuat aku menggigil, apalagi kondisinya aku hanya memakai baju operasi yg tipis. Sambil tiduran aku perbanyak dzikir karena di titik itu aku benar-benar pasrah, hanya Allah lah tempatku bergantung.

Dipindahkan ke kamar lain yg subhanallan dinginnya luar biasa, aku disuruh tidur di ranjang yg diatasnya bergantung lampu yg sangat menyilaukan dan disamping ranjang banyak alat-alat operasi. Aku menggigil menahan dingin, dokter memberiku selang yg harus aku hirup dan tidak berapa lama aku tidak sadar apa-apa lagi.

Ketika terbangun aku sudah berada di kamar yg pertama aku datangi, dibungkus selimut dan badanku menggigil. Suamiku sudah di sampingku sambil menciumiku, rasanya ngantuk luar biasa tapi aku kedinginan. Aku dengar suamiku bilang operasinya berjalan lancar dan hasilnya alhamdulillah bagus, tidak ada pengangkatan tuba falopi. Aku senang mendengarnya, namun aku tidak bisa membuka mataku karena setiap melihat sinar mataku sakit dan berair. Suster memberiku tetes mata yg diminta di kompreskan di mataku namun kondisi mataku tidak membaik.

Aku dipindahkan ke kamar rawat dan tidak berapa lama keluargaku datang. Aku sangat terharu mereka datang, senang sekali apalagi ada Rafif. Namun aku tidak bisa membuka mata, rasa silau tidak hilang bahkan mataku terus-terusan mengeluarkan air mata. Jadi aku ngobrol sambil tutup mata saja. Aku tanya dokter katanya itu efek dari obat anastesi dan pelan-pelan akan hilang kok.

Alhamdulillah besoknya mataku sudah normal dan dokter sudah mengijinkanku pulang namun tentu dengan banyak catatan, minggu depannya aku dijawalkan untuk balik lagi ke YPK untuk buka jahitan sekalian ada treatment lanjutan (suntik antibiotika). Dokter juga wanti-wanti ke suamiku aku gak boleh angkat beban berat dan banyak istirahat #tuh mas cateet yaa. Dr Wachyu juga ngasih surat keterangan istirahat selama 10 hari, jadi aku bisa leha-leha dirumah niy lupakan kerjaan kantor #ditampar bolak-balik bosku

Saat konsultasi terakhir, buka jahitan dan suntik antibiotika senang banget dr Wachyu bilang: Selamat ya Bu, ibu sekarang sudah bisa hamil dengan normal. Tapi nitip jangan minum jamu dan jaga kondisi tubuh dengan rajin olah raga dan makan yang sehat 😉

Alhamdulillah aku bersyukur pada Mu ya Rabb, semoga Engkau berikan hamba dan suami hamba kesempatan mempunyai keturunan yang sholeh dan sholehah. Berilah kami kesabaran dalam berikhtiar dan keikhlasan menerima apapun takdir yang telah Engkau gariskan, amiin allahumma amiin.

pahala

Wanna be Mom – Apa itu Laparoskopi & Laparatomi

Setelah melakukan HSG yang kedua kali, aku intip-intip hasilnya ternyata kurang bagus. Salah satu hasil HSG selain tuba non patent juga ada indikasi di saluran tubaku ada hidrosalping. Dari hasil browsing, hidrosalping merupakan suatu jenis kelainan pada tuba dimana penyebab  utama kerusakan distal tuba ini adalah Pelvic inflamantory Disease (PID), yang umumnya disebabkan oleh infeksi Chlamydia. Aku benar-benar kalut saat dijadwalkan bertemu dengan Prof Yun. Bismillah aku siapkan diriku sendiri untuk mendengar kemungkinan terburuk sekalipun berdasarkan hasil HSG yang sudah aku ketahui sebelumnya.

Namun walau aku sudah pasrah dan siapkan diri sebaik mungkin tapi tetap saja perasaanku sangat sedih saat Prof Yun menjelaskan hasilnya. Menurut Prof Yun, saluran tuba disebelah kanan sudah rusak jadi harus diangkat namun ada harapan dengan saluran tuba disebelah kiriku karena sumbatan terlihat hanya ada di ujung saluran. Untuk menghilangkan sumbatan menurut Prof Yun tidak ada cara lain dengan operasi atau pembedahan.

Ada dua alternative yang bisa diambil yaitu dengan laparatomi berupa pembedahan melalui dinding perut, kondisinya hampir sama dengan Caesar, jadi perutku akan dibedah dan diubek-ubek hiks. Alternatif lain dengan Laparoskopi (LO) adalah teknik bedah invasif minimal yang menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut. Kamera mini digunakan dengan terlebih dahulu dimasukkan gas untuk membuat jarak pemisah antara rongga sehingga dapat terlihat dengan jelas. Dokter bedah melakukan pembedahan dengan melihat layar monitor dan mengoperasikan alat-alat tersebut dengan kedua tangannya *ini kata google loh 🙂  Berhubung pembedahannya invasive minimal jadi masa pemulihan cukup cepat dan pasein juga terhindar dari rasa sakit yang berkepanjangan.

Prof Yun seperti biasanya memberi semangat agar kami tidak putus asa. Beliau memberikan alternative lain dengan hidrotubasi (lagi) dan sebelumnya diartemi sebanyak 20x. Mungkin dari sisi biaya alternative ini paling murah, yaaa kami hanya perlu menyiapkan sekitar 2 jutaan namun hasilnya sangat tidak bisa diukur karena bisa saja sumbatannya tidak mau hilang. Jadi aku pikir kemungkinan ini hanya buang uang saja, jadi tidak kami pilih.

Setelah kami konsultasikan dengan Prof Yun tindakan mana yang terbaik ternyata kecenderungannya pada LO. Meningat resiko yang lebih rendah dan masa pemulihannya yang lebih cepat. Namun biaya yang harus disiapkan ternyata tidaklah sedikit, kami harus menyiapkan dana sekurang-kurangnya 20jutaan itu pun kami sudah ambil kelas 3.

Aku benar-benar kalut mengingat dana yang begitu besar harus kami siapkan. Mulailah aku menyalahkan diri sendiri dan berpikir yang tidak-tidak. Aku sering nangis diam-diam saat suamiku telah tidur. Rasanya sangat sakit menjadi orang yang paling bersalah. Bahkan aku sudah memikirkan suamiku menikah dengan wanita lain karena sangat ingin punya anak *gara-gara terinspirasi sinetron. Suamiku tidak henti-hentinya menyakinkan aku bahwa selalu ada pertolongan Allah SWT dibalik masalah yang kita hadapi. Suamiku selalu yakin bahwa kami akan mempunyai anak dan beliau ingin aku pun menyakininya. Huuuu….I love you Mas 🙂

Aku sudah coba tanya-tanya apakah tindakan LO dapat di cover oleh asuransi kantor, namun hasilnya sudah terprediksi tidak bisa karena ini kaitannya dengan infertilitas (tindakan untuk mendapatkan keturunan). Aku juga sudah Tanya-tanya di rumah sakit lain yang mungkin biayanya lebih rendah. Aku mendapat rekomendasi di Klinik Raden Saleh, kebetulan Dokter yang menanganinya juga dokter ahli tapi tetap saja dana yang diperlukan lebih dari 10jutaan.

Dimasa kesedihanku, Dewi adikku bilang “Teh biaya operasi mahal itu bagi yang tidak mampu, namun kita kan punya Allah SWT, InsyaAllah pasti ada jalan keluarnya. Sekarang tugas kita ikhtiar dan berdoa saja, semoga kita dimudahkan rejeki untuk mengumpulkan uang untuk operasi teteh.”

Sejak obrolan itulah aku mulai menata hatiku, aku mulai tercerahkan, pasti ada jalan walau saat ini belum aku temukan. Aku seharusnya bersyukur karena sekarang aku jadi tahu apa yang menjadi penyebab ketidakberhasilan aku hamil dan alhamdulillah aku juga sudah mendapat jalan keluarnya. Ini hanya persoalan waktu saja, seberapa cepat kami mengumpulkan dana untuk LO.

ikhlas2

Wanna be Mom – Pengalamanku Hidrotubasi & HSG

Tulisan ini sudah pernah di share jaman baheula di multiply almarhum, namun entah kenapa gak ketarik saat ngungsi ke wordpress. Aku share lagi ya karena ini salah satu perjalanan hidupku berjuang untuk mempunyai anak. Semoga bisa bermanfaat. Tulisan ini sambungan dari sini yaa…

***************************

Setelah berusaha melalui alternative dan hasilnya belum ada maka awal tahun 2011 aku dan suamiku berniat untuk memulai lagi program punya anak melalui dunia medis. Dokter yang aku pilih adalah Prof dr. Yunizaf di RSIA YPK Menteng. Kenapa memilih Prof Yunizaf karena sejak 3 tahun lalu temanku yang berhasil sudah merekomendasikannya karena orangnya sabar banget. Nah atas rujukan temanku itulah aku dan suami akhirnya setiap Rabu atau Jum’at membuat jadwal ke beliau.

Dari dokter yang selama ini aku datangi, aku merasakan prof Yunizaf jauh lebih baik dibanding dokter lainnya. Orangnya baik, tindakannya bertahap (gak grasa grusu) dan selalu memaksa aku untuk berpikir positif, aku sering dimarahi karena berpikir terlalu jauh. Kadang setiap tindakan yang dilakukan dokter aku cari info lewat browsing. Emang siy jadi lebih mengerti tapi efek samping lainnya aku kadang jadi sok tau. Belum apa-apa aku udah khawatir harus operasi larascopy padahal dokternya sendiri belum ngasih diagnosa sampai kesana.

Sudah hampir 10 bulan bolak-balik ke Prof Yunizaf perkembangannya sih sudah terlihat tapi perkembangan ke hal lain. Maksudnya? Sebelum konsultasi ke Prof Yunizaf berat badanku tidak pernah bisa lebih berat dari 43 kg, kadang aku juga bingung sendiri kenapa ga bisa gemuk. Namun, begitu konsultasi dan mungkin efek obat-obatan yang aku minum, berat badanku langsung naik secepat kilat hehe lebay.com… emang secepat kilat kok, karena dalam 2 bulan ini berat badanku sudah naik 6 kg. Aku jadi ngeri gak bisa ngerem dan terus bertambah. Aduhh kan ga seru kalo aku gendut! Suamiku siy gak pernah protes malah mendukung aku “berisi” tapi aku gak merasa nyaman karena bajuku sekarang gak ada yg muat dan mukaku jadi bulat banget (baca: Cubby)…Nggak deh!

Kembali ke program punya anak, selama konsultasi dengan Prof Yunizaf selain minum obat (rasanya eneg banget karena harus minum tiap hari) aku juga pernah di Hidortubasi bahkan sampai 2 kali. Apaan sih Hidrotubasi? Hidrotubasi itu upaya untuk melancarkan sumbatan di saluran tuba, prosesnya cairan aqua dan antibiotika disemprotkan di saluran tuba.

Untuk Hidro yang pertama, aku benar-benar merasa kesakitan apalagi saat itu aku harus pulang sendiri karena suami lagi dinas luar kota. Namun aku rasa sakit saat Hidro gara-gara salahku sendiri. Saat dijadwal Hidro sama Prof Yun, aku sama sekali gak dikasih intruksi apapun apa yang harus aku siapkan. Jadilah aku browsing cari info pengalaman para mitra mengenai Hidro, dari yang aku baca ternyata salah satunya bilang dia disuruh puasa sama dokternya. Ya aku pun berinisiatif mengikutinya, aku puasa makan dari jam 10 pagi dan aku di hidro jam 5 sore, lumayan lapar bgtt…
Begitu bertemu dengan Prof Yun aku tidak cerita bahwa aku puasa, langsung saja aku disiapkan untuk Hidro dan saat cairan disemprotkan aku benar-benar merasa sakit yang luar biasa mungkin karena perutku yang kosong jadi lebih sakit hiks. Ditambah lagi kepalaku langsung pusing, mual dan kata suster yang membantu Prof Yun muka ku pucat pasi.
Setelah selesai Hidro dan aku cerita mengenai puasaku, Prof Yun langsung memberi teh manis (yang sebenarnya buat Prof Yun), dikasih obat penghilang rasa sakit dan mual. Alhamdulillah setelah itu aku kuat untuk pulang.
Menurut prof Yun Hidrotubasi itu ada dua macam cara, salah satunya kita di bius total untuk menghindari trauma sakit saat disemprot. Nah utk treatment ini diperlukan puasa (perut dikosongkan dulu). Namun treatment yang dilakukan Prof Yun tidak memerlukan bius, jadi tidak diperlukan puasa terlebih dahulu. Biasa biayanya lebih rendah karena mungkin tidak ada jasa anastesi dulu kali yaaa…

Dari dua kali Hidrotubasi, sayangnya hasil Hidro kurang bagus, menurut Prof Yunizaf tuba fallofi ku kemungkinan ada yang tersumbat. Tahap berikutnya untuk mengetahui sumbatannya dimana dan kenapa maka aku harus di HSG.Sebenarnya tahun 2006 aku pernah HSG dan hasilnya bagus. Kedua saluran tubaku tidak ada sumbatan. Namun karena Hidroku kurang bagus di indikasikan ada sumbatan di saluran tubaku. Beda dengan Hidro, HSG selain disemprot kita juga akan di rotgen. Caranya kita akan tidur telentang, kemudian akan dimasukan cairan kontras. Dibawah meja yang kita tiduri ada alat rotgen. Jadi saat cairan tersebut mengalir ataupun tersumbat akan terlihat melalui gambar rotgen.

Beda dengan HSG yang pertama yang aku lakukan di RS Hermina Depok, kali ini aku HSG di RS Prikasih karena lebih dekat dari rumah dan dapat dilakukan saat pulang kerja. Hasilnya ternyata bisa aku bawa saat itu juga dan karena penasaran aku pun membacanya. Hasilnya saluran tubaku ternyata benar-benar tersumbat sesuai prediksi dari Prof Yun. Bahkan ada tambahan lagi, letak rahimku retro padahal di HSG pertama tidak ada masalah. Rasanya sedih, kecewa dan bahkan aku sudah berpikir sudah tidak ada harapan lagi untuk menjadi seorang Ibu.

la tahzan

gambar diambil dari dp BB-nya teman 😀