Selamat Idul Fitri 1435 H

idul fitri 1435 h v1

Bug

Iklan

Sebelum Ramadhan Pergi

Tulisan yang menginspirasi, just reblog:

===============================

awan

dakwatuna.com – Bila sudah dekat waktunya untuk berpisah, seseorang yang tulus pasti ingin terus bersama yang dicintai dan ingin selalu “berinteraksi”. Ia ingin setiap detik waktu yang ia miliki dapat ia curahkan sepenuhnya untuknya. Ia ingin selalu meninggalkan kesan yang baik agar memiliki “kenangan berharga” selagi bersama. Begitulah sebuah pengibaratan, yaitu mereka para pecinta Ramadhan bila sudah tiba di penghujung bulan.

Ya… Setelah Ramadhan usai, begitu seringnya kita dengar suara-suara yang merindukan Ramadhan dan menginginkan agar Ramadhan segera tiba. Bahkan sampai ada yang menyayangkan, “kenapa kita ‘hanya’ diberi1 bulan Ramadhan dalam setahun?”. Seakan kurang puas menikmati suasana Ramadhan dan berandai-andai agar Ramadhan bisa lebih lama. Tapi benarkah cinta -pada Ramadhan- itu sebuah pengakuan yang tulus? Ataukah hanya sebatas keinginan yang tanpa disadari merupakan bisikan nafsu yang halus?

Namun perjalanan Ramadhan telah menyisihkan antara yang jujur mencintainya dengan yang hanya sebatas “suara” nafsunya. Karena Ramadhan ibarat juga sebuah ajang perlombaan. Ketika masih berada di babak penyisihan, begitu banyak peserta yang menampakkan tekad dan kemauan. Akan tetapi ketika tingkatan semakin tinggi, ketika tantangan yang ditemui terasa semakin membebani -padahal dari hari ke hari beban yang dihadapi sama sekali tidak ada yang bertambah-, maka satu per satu mulai “tereliminasi”, pergi dan bahkan lari. Sedangkan yang tinggal hanya yang bersungguh-sungguh menghadapi dan setia untuk terus membersamai.

Mereka yang “lari” ialah yang hanya mengaku mencintai Ramadhan, tapi ketika telah dipertemukan dengan bulan mulia ini ia malah mengabaikannya. Ia hanya bersemangat di awal, karena hanya mencintai Ramadhan dengan apa disenanginya. Baginya Ramadhan adalah waktu untuk banyak bermain, tidur-tiduran, dan segudang aktivitas yang melalaikan. Terlebih suasana Ramadhan -yang baginya sebagai bulan malas-malasan- sangat mendukung agar kesenangan duniawinya dapat terpuaskan.

Sedangkan mereka yang bertahan hanyalah yang jujur mencintai Ramadhan. Karena kecintaannya, tentu ia akan sangat menghargai waktu di bulan kebaikan, terlebih saat detik-detik terakhir menjelang perpisahan. Ia menghargai Ramadhannya dengan terus membersamainya dengan amal-amal kebaikannya; seperti memperbanyak qiyam, tilawah Al-Quran, dan memperbanyak dzikir dengan hati dan lisan.

Begitulah perjalanan Ramadhan. Tanpa terasa waktu telah memisahkan kita dengan 2/3 Ramadhan, dan menghantarkan kita pada hari-hari terakhir di bulan mulia ini. Waktu tak pernah peduli apakah kita beramal atau tidak, karena “tugasnya” hanya menggulirkan masa agar rotasi kehidupan terus bergerak. Hari-hari sebelumnya yang telah dilalui ditutup bersamaan dengan catatan amal yang dilakui, semuanya ditulis rinci dan rapi. Menyesali hari-hari lalu -karena sedikitnya amal- tentu tak akan ada arti dan sama sekali tidak menjadikannya kembali. Tapi yang terbaik adalah bagaimana agar semaksimal mungkin berusaha dengan amal-amal berguna, agar hari-hari Ramadhan yang tersisa menjadi hari-hari yang berharga. Sekaligus pembuktian siapa yang mencintai Ramadhan hanya demi kesenangan nafsunya, dan siapa pula yang benar-benar mencintai Ramadhan dengan setulus imannya…

Ramadhan 1435 H

free palestine 2

Menjelang berakhir Ramadhan 1435 H aku ingin meninggalkan jejak catatan untuk pengingatku di Ramadhan akan datang (Ya Rabb sampaikan hamba ke Ramadhan tahun depan).

  1. Ramadhan kali ini penuh kesedihan karena saudara semuslim di Palestina harus berjuang menghadapi kekejaman Israel. Sampai hari ke 25 jumlah korban syahid penduduk palestina hampir mencapai 600 orang dan korban luka lebih dari 3 ribu orang. Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin. Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina. Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka. Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin. Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama dengan RahmatMu, Wahai Yang Maha Pengasih. Dan sampaikanlah Sholawat kami kepada Nabi Muhammad.
  2. Ramadhan kali ini juga bersamaan dengan Pemilihan Presiden dan finally yang menjadi presiden Indonesia berikutnya adalah Jokowi – JK. Aku melihat ini sudah takdir Allah SWT yang harus kita terima dan ini berarti kita muslim di Indonesia harus merapatkan ukhuwah dan dakwah karena tantangan kita kedepan makin berat. Tetep semangat…
  3. Ramadhan kali ini alhamdulillah banyak yang mengingatkan apa yang harus menjadi tujuan utama mengisi Ramadhan, karena itu dari awal sudah niat untuk memberikan prioritas utama beribadah dibanding kegiatan lainnya.  Salah satunya aku menghilangkan agenda membuat kue kering karena memang kegiatan itulah yang sering menyibukkanku di 10 hari terakhir.
  4. Ramadhan kali ini gak mudik lewat pantura karena insyaAllah mau pulang pake kereta api jadi tidak menikmati bermacet-macet ria lagi. bye bye macetttt 😉 tapi pulangnya pulang saat takbiran gara-gara tiket keretanya kehabisan tapi hikmah lainnya bisa memaksimakan 10 hari terakhir tanpa riweuh mikirin mudik

Ramadhan kali ini semoga menjadi Ramadhan yang lebih baik dari Ramadhan tahun lalu. Semoga di awali dengan kebaikan dan diakhiri dengan kemenangan.

Di penghujung bulan Ramadhan ini, hanyalah ampunan dan pembebasan dari siksa neraka yang hamba harap-harap dari Allah yang Maha Pengampun.

Hamba pun berharap semoga Allah menerima amalan hamba di bulan Ramadhan, walaupun hamba rasa amalan hamba begitu sedikit dan begitu banyak kekurangan di dalamnya.

Ya Rabb sampaikan hamba di Ramadhan tahun depan

amiin ya rabbal alamiin