Selamat Idul Fitri 1435 H

idul fitri 1435 h v1

Bug

Iklan

Menangislah untuk Ramadhan yang kan Hilang

quran2

Menangislah untuk Ramadhan yg Kan Hilang

Teman, marilah kita menangis,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari. Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan. Dan tadarus Quran kita tak juga beranjak khatam. Jika itu adalah ungkapan penyesalan. Jika itu merupakan awal tekad untuk menyempurnakan tarawih dan Qiyamul lail kita yg centang perenang

Menangislah,
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa kita adalah hamba Alloh yg lalai lagi terlena. Yang berdoa sejak dua bulan sebelum Ramadhan, yang berlatih puasa semenjak Rajab, yang rajin mengikuti tarhib Ramadhan, tapi sampai puasa mendekati akhir masih juga menggunjing kekhilafan teman, masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan, tak juga menambah ibadah sunah, bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib

Menangislah, lebih keras
Alloh tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan, apakah kita masih disertakan, sedangkan Ramadhan sekarang cuma tersisa hitungan hari. Tak ada yg dapat menjamin usia kita sampai untuk Ramadhan besok, sedangkan Ramadhan ini tersia-siakan. Menangislah utk Ramadhan yg kan hilang…

Menangislah,
Utk dosa-dosa yang belum terampuni, tapi kita masih juga menambah dengan dosa baru…

Menangislah,
Dan tuntaskan semuanya di sini, saat ini. Karena besok waktu akan bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari. Tahu-tahu sudah 10 malam terakhir dan kita belum bersiap untuk itikaf. Dan lembar Quran menunggu untuk dikhatamkan. Dan lembar rupiah menunggu untuk disalurkan melalui infaq dan zakat. Dan malam menunggu dihiasi sholat tambahan.

Sekarang, atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali…

~Abdul Rozak~

#odoj783 (tulisan ini diambil dari sharing dalam grup ODOJ)

Teman Sejati

Teman Sejati

Teman Sejati

Apa artinya bila berteman tak saling menyapa
Apa artinya bila berkawan tapi tak saling menjaga
Apa artinya bersahabat tapi tak saling panjatkan doa

Kita berteman untuk saling mengasihi
Kita berkawan untuk saling berbagi
Dan kita bersahabat untuk saling memotivasi

Tetaplah berada di antara kami
Tetaplah bertahan memerjuangkan dakwah ini
Tetaplah istiqamah hingga kita kembali

Jangan pernah surut meski nyawa kan tercabut
Jangan pernah mundur meski tubuh kita akan hancur
Dan jangan pernah menghindar meski rintangan terhampar

Tiada keindahan persaudaraan kecuali bersama-sama saudara seiman
Tiada kedekatan hati kecuali bersama berada di jalan Ilahi
Tiada cita mulia kecuali menegakkan kebenaran bersama kalam Nya

~Rochma Yulika~

#odoj783

Sebelum Ramadhan Pergi

Tulisan yang menginspirasi, just reblog:

===============================

awan

dakwatuna.com – Bila sudah dekat waktunya untuk berpisah, seseorang yang tulus pasti ingin terus bersama yang dicintai dan ingin selalu “berinteraksi”. Ia ingin setiap detik waktu yang ia miliki dapat ia curahkan sepenuhnya untuknya. Ia ingin selalu meninggalkan kesan yang baik agar memiliki “kenangan berharga” selagi bersama. Begitulah sebuah pengibaratan, yaitu mereka para pecinta Ramadhan bila sudah tiba di penghujung bulan.

Ya… Setelah Ramadhan usai, begitu seringnya kita dengar suara-suara yang merindukan Ramadhan dan menginginkan agar Ramadhan segera tiba. Bahkan sampai ada yang menyayangkan, “kenapa kita ‘hanya’ diberi1 bulan Ramadhan dalam setahun?”. Seakan kurang puas menikmati suasana Ramadhan dan berandai-andai agar Ramadhan bisa lebih lama. Tapi benarkah cinta -pada Ramadhan- itu sebuah pengakuan yang tulus? Ataukah hanya sebatas keinginan yang tanpa disadari merupakan bisikan nafsu yang halus?

Namun perjalanan Ramadhan telah menyisihkan antara yang jujur mencintainya dengan yang hanya sebatas “suara” nafsunya. Karena Ramadhan ibarat juga sebuah ajang perlombaan. Ketika masih berada di babak penyisihan, begitu banyak peserta yang menampakkan tekad dan kemauan. Akan tetapi ketika tingkatan semakin tinggi, ketika tantangan yang ditemui terasa semakin membebani -padahal dari hari ke hari beban yang dihadapi sama sekali tidak ada yang bertambah-, maka satu per satu mulai “tereliminasi”, pergi dan bahkan lari. Sedangkan yang tinggal hanya yang bersungguh-sungguh menghadapi dan setia untuk terus membersamai.

Mereka yang “lari” ialah yang hanya mengaku mencintai Ramadhan, tapi ketika telah dipertemukan dengan bulan mulia ini ia malah mengabaikannya. Ia hanya bersemangat di awal, karena hanya mencintai Ramadhan dengan apa disenanginya. Baginya Ramadhan adalah waktu untuk banyak bermain, tidur-tiduran, dan segudang aktivitas yang melalaikan. Terlebih suasana Ramadhan -yang baginya sebagai bulan malas-malasan- sangat mendukung agar kesenangan duniawinya dapat terpuaskan.

Sedangkan mereka yang bertahan hanyalah yang jujur mencintai Ramadhan. Karena kecintaannya, tentu ia akan sangat menghargai waktu di bulan kebaikan, terlebih saat detik-detik terakhir menjelang perpisahan. Ia menghargai Ramadhannya dengan terus membersamainya dengan amal-amal kebaikannya; seperti memperbanyak qiyam, tilawah Al-Quran, dan memperbanyak dzikir dengan hati dan lisan.

Begitulah perjalanan Ramadhan. Tanpa terasa waktu telah memisahkan kita dengan 2/3 Ramadhan, dan menghantarkan kita pada hari-hari terakhir di bulan mulia ini. Waktu tak pernah peduli apakah kita beramal atau tidak, karena “tugasnya” hanya menggulirkan masa agar rotasi kehidupan terus bergerak. Hari-hari sebelumnya yang telah dilalui ditutup bersamaan dengan catatan amal yang dilakui, semuanya ditulis rinci dan rapi. Menyesali hari-hari lalu -karena sedikitnya amal- tentu tak akan ada arti dan sama sekali tidak menjadikannya kembali. Tapi yang terbaik adalah bagaimana agar semaksimal mungkin berusaha dengan amal-amal berguna, agar hari-hari Ramadhan yang tersisa menjadi hari-hari yang berharga. Sekaligus pembuktian siapa yang mencintai Ramadhan hanya demi kesenangan nafsunya, dan siapa pula yang benar-benar mencintai Ramadhan dengan setulus imannya…

Ramadhan 1435 H

free palestine 2

Menjelang berakhir Ramadhan 1435 H aku ingin meninggalkan jejak catatan untuk pengingatku di Ramadhan akan datang (Ya Rabb sampaikan hamba ke Ramadhan tahun depan).

  1. Ramadhan kali ini penuh kesedihan karena saudara semuslim di Palestina harus berjuang menghadapi kekejaman Israel. Sampai hari ke 25 jumlah korban syahid penduduk palestina hampir mencapai 600 orang dan korban luka lebih dari 3 ribu orang. Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin. Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina. Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka. Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin. Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama dengan RahmatMu, Wahai Yang Maha Pengasih. Dan sampaikanlah Sholawat kami kepada Nabi Muhammad.
  2. Ramadhan kali ini juga bersamaan dengan Pemilihan Presiden dan finally yang menjadi presiden Indonesia berikutnya adalah Jokowi – JK. Aku melihat ini sudah takdir Allah SWT yang harus kita terima dan ini berarti kita muslim di Indonesia harus merapatkan ukhuwah dan dakwah karena tantangan kita kedepan makin berat. Tetep semangat…
  3. Ramadhan kali ini alhamdulillah banyak yang mengingatkan apa yang harus menjadi tujuan utama mengisi Ramadhan, karena itu dari awal sudah niat untuk memberikan prioritas utama beribadah dibanding kegiatan lainnya.  Salah satunya aku menghilangkan agenda membuat kue kering karena memang kegiatan itulah yang sering menyibukkanku di 10 hari terakhir.
  4. Ramadhan kali ini gak mudik lewat pantura karena insyaAllah mau pulang pake kereta api jadi tidak menikmati bermacet-macet ria lagi. bye bye macetttt 😉 tapi pulangnya pulang saat takbiran gara-gara tiket keretanya kehabisan tapi hikmah lainnya bisa memaksimakan 10 hari terakhir tanpa riweuh mikirin mudik

Ramadhan kali ini semoga menjadi Ramadhan yang lebih baik dari Ramadhan tahun lalu. Semoga di awali dengan kebaikan dan diakhiri dengan kemenangan.

Di penghujung bulan Ramadhan ini, hanyalah ampunan dan pembebasan dari siksa neraka yang hamba harap-harap dari Allah yang Maha Pengampun.

Hamba pun berharap semoga Allah menerima amalan hamba di bulan Ramadhan, walaupun hamba rasa amalan hamba begitu sedikit dan begitu banyak kekurangan di dalamnya.

Ya Rabb sampaikan hamba di Ramadhan tahun depan

amiin ya rabbal alamiin

 

M A A F

mohon maaf lahir bathin

Di Penghujung Rajab….

Ketika kata “MAAF” sulit di ucapkan ……..

Sahabat Surgaku….

kadang Maaf itu sering dianggap sebagai kekalahan. Pembuktian bahwa kita ‘tersandung’, salah, dan jatuh… dan malu. Ada rasa malu yang menyergap dalam sebuah penyesalan atas kesalahan. Namun menuruti rasa malu pun tak akan menyelesaikan masalah. Menurutinya hanya akan membuat kita menunda makin lama sehingga kata ‘maaf’ ini terkesan kadaluwarsa.

Maaf adalah sebuah ungkapan besar yang merefleksikan cara pandang kita dalam menghargai sebuah hubungan, sebuah pengalaman dan pelajaran di dalamnya.Dan kata ‘maaf’ mungkin tak bisa mengembalikan keadaan seperti semula, namun setidaknya ia menyelamatkan hidup kita dari dendam dan ketakutan.

Jangan ragu dan takut mengatakan ‘maaf’. Satu kata dengan sejuta makna ini tak akan pernah menunjukkan kehebatannya kalau Anda tak segera mengungkapkannya. Mari menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan sportif untuk mengakui kesalahannya

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Yaitu orang2 yang menginfakkan hartanya ketika lapang dan sempit dan menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)

“…siapa yang  memaafkan (kejahatan orang) dan berbuat baik (kepadanya), maka pahalanya tetap dijamin oleh Allah (atas tanggungan Allah dengan diberi balasan yang  sebaikbaiknya).  Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berlaku zalim”. (Asy-Syura [42] : 40)

Sahabat surgaku ,…saya mengucapkan Mohon maaf lahir dan bathin terhadap lisan tak terjaga ….semoga memasuki bulan Sya’ban kita di berikan Allah kesehatan dan keimanan yang terjaga agar dapat maksimal memanfaatkan bulan suci yang paling mulia yaitu Ramadhan …..

Mohon maaf lahir dan Bathin…
Rindu ramadhan

tulisan copas dari grup ODOJ #783